Site icon

Kerakusan Kapitalis, Dampak Berbagai Bencana

WhatsApp Image 2022-08-01 at 05.13.36

Oleh: Umak Salman

Untuk kesekian kalinya bencana alam datang bertubi-tubi dan tak terhenti dikutip dari KOMPAS.com –Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, Minggu (17/07/2022) pukul 08.47 WIB pagi tadi. Kejadian erupsi ini dikonfirmasi Koordinator Gunung Api di Unit Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Oktory Prambada. “Benar bahwa Gunung Api Anak Krakatau dari sejak pukul 00.00 hingga kini telah mengalami erupsi sebanyak 2 kali dengan ketinggian 1000 hingga 2000 meter di atas puncak,” ujar Oktory, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/7/2022).

Begitu pun yang terjadi di Kerawang, Jawa Barat. Di kutip dari Jakarta, CNN Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan 304 rumah terdampak banjir di Kecamatan Telukjambe Barat Desa Karangligar, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (16/7). Banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga aliran sungai Cidawolong dan Kedunghurang meluap ke permukiman penduduk pada Sabtu sore. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD Karawang telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevakuasi warga yang harus dievakuasi. “Terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK)/1.192 jiwa terdampak dan 304 unit rumah, 2 unit fasilitas ibadah, dan 3 unit fasilitas umum tergenang banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 100 cm. Belum ada laporan korban jiwa maupun masyarakat yang mengungsi akibat kejadian ini,” kata Abdul dalam keterangan pers, Minggu (17/7).

Sebagaimana kita ketahui, bencana alam terjadi menuntut manusia menyadari bahwa Allah itu Maha Kuasa, jadi perlu mengevaluasi perilaku individu dan sistem terhadap alam. Sejauh ini strategi pemerintah dalam mengatasi berbagai bencana, baik gunung meletus, banjir maupun banjir bandang, belum menyentuh akar permasalahan, melainkan hanya menitikberatkan pada upaya penanggulangan atau mitigasi semata. Sehingga, jumlah bencana dari tahun ke tahun malah terus meningkat. Belum lagi dampak yang terjadi sebelumnya juga belum tuntas teratasi.

Inilah fakta bahwa berbagai bencana melanda begitu miris akibat dari buruknya tata kelola ala Kapitalis. Dalam Sistem ini, negara menjadi alat legitimasi munculnya kebijakan dan praktik pembangunan yang justru memenuhi hasrat para pemilik modal, sekalipun dampaknya akan merusak alam, lingkungan, dan kemanusiaan, serta memandulkan kemampuan negara untuk menjadi pengurus dan penjaga umat. Begitu pula ilmu pengetahuan dan teknologi, ketika ada dalam sistem ini justru mempercepat proses perusakan alam yang berdampak jangka panjang tanpa mereka sadari.

Berbagai praktik yang menyebabkan degradasi ekologi itu merupakan kemaksiatan. Pangkal kemaksiatan tersebut adalah penerapan Sistem Kapitalisme. Semua ini baru sebagian yang Allah SWT berikan karena berbagai kemaksiatan yang terjadi di tengah manusia. Tujuannya agar manusia segera sadar dan kembali pada Syariah-Nya. Allah SWT berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum [30]: 41) .

Kunci untuk mengakhiri segala bencana tidak lain adalah mencampakkan Sistem Sekularisme-Kapitalisme dengan Sistem Islam. Menerapkan Syariah Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Termasuk dalam pengelolaan lahan/ tanah, sumber daya alam, dan lingkungan.

Waallahubissawab

Exit mobile version