Site icon

Kerusuhan Meluas, Presiden Kazakhstan Sebut Pendemo Bandit dan Teroris, Tembak di Tempat!

WhatsApp Image 2022-01-07 at 16.53.10

Kliksumatera.com, JAKARTA– Kazakhstan, Negara kaya akan minyak pecahan Uni Sovyet ini tengah dilanda kerusuhan. Presiden Kassym-Jomart Tokayev, mengakui dirinya memberikan perintah tembak di tempat terhadap para pendemo yang disebutnya sebagai ‘bandit’ dan ‘teroris’. Tokayev juga memperingatkan bahwa mereka yang enggan menyerahkan diri akan ‘dihancurkan’.

Hal tersebut disampaikan Tokayev dalam Pidato terbarunya, sepekan setelah unjuk rasa memprotes kenaikan harga LPG memicu gelombang kerusuhan di berbagai wilayah Kazakhstan, Seperti dilansir Reuters, Jumat (7/1).

Ia menyalahkan sekelompok ‘bandit’ dan ‘teroris’ yang disebutnya memicu kerusuhan di Kazakhstan. Dalam pidato terbarunya, Tokayev menyebut bahwa sekitar 20.000 bandit telah menyerang kota terbesar Almaty, yang juga ibu kota finansial Kazakhstan, dan menghancurkan Properti milik Negara.

Diakui juga oleh Tokayev dalam pidatonya bahwa sebagai bagian dari operasi ‘kontra-terorisme’, dirinya telah memerintahkan badan-badan penegak hukum dan tentara Kazakhstan untuk ‘menembak mati tanpa peringatan’.

“Para militan belum meletakkan senjata mereka, mereka terus melakukan kejahatan atau sedang mempersiapkannya. Pertempuran melawan mereka harus dilakukan sampai akhir. Siapa saja yang tidak menyerah akan dihancurkan,” tegas Tokayev dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Jumat (7/1) waktu setempat.

Tokayev juga menolak seruan untuk menggelar dialog dengan para demonstran yang terus menggelar unjuk rasa. Dia justru menyebut para demonstran sebagai ‘penjahat’ dan ‘pembunuh’.

“Sungguh bodoh. Pembicaraan macam apa yang bisa kita lakukan dengan para penjahat dan pembunuh?” ujarnya.

“Kita harus berhadapan dengan bandit-bandit bersenjata dan penuh persiapan, baik lokal maupun asing. Lebih tepatnya, dengan para teroris. Jadi kita harus menghancurkan mereka, ini akan segera selesai,” tegasnya.

Tokayev berterima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta Pemimpin China, Uzbekistan, dan Turki atas bantuan mereka. Dia menyebut Pasukan Perdamaian yang dikirimkan dari Rusia dan Negara tetangga lainnya telah tiba atas permintaan Kazakhstan. Pasukan perdamaian pimpinan Rusia akan berada di Kazakhstan untuk sementara waktu demi memastikan keamanan.

Puluhan Ribu orang, beberapa dilaporkan membawa tongkat dan tameng, ikut dalam Unjuk Rasa yang ricuh. Otoritas setempat menyebut puluhan Demonstran tewas di tangan Pasukan Keamanan Kazakhstan dan sedikitnya 12 polisi tewas dalam bentrokan dengan Demonstran. Bahkan salah satu Polisi dilaporkan tewas dipenggal dalam kerusuhan tersebut. Informasi ini belum dikonfirmasi oleh Otoritas Kazakhstan, demikian Dilaporkan Associated Press.

Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan, menyebut ada sekitar 2.000 orang yang ditangkap terkait kerusuhan yang melibatkan penyerbuan dan pembakaran Gedung-gedung Pemerintahan tersebut. Istana kepresidenan Kazakhstan dan kantor Wali Kota Almaty juga ikut diserbu demonstran.

Sumber : JurnalPatroliNews/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version