Site icon

KKN UNSAN Kelompok 3 Kenalkan Inovasi FABA Jadi Pavin Block, Dorong Lingkungan Bersih dan Peluang Ekonomi Desa

IMG-20260902-WA0036

Kliksumatera.com MUARA ENIM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Serasan (UNSAN) Kelompok 3 Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, terus menghadirkan program inovatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah sosialisasi pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan campuran pembuatan paving block ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, pukul 08.30 WIB, bertempat di Balai Kecamatan Lawang Kidul. Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, BUMD, perangkat desa, mahasiswa KKN serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Hadir mewakili Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, S.STP., M.M. Turut hadir Kepala Desa Keban Agung Fajrol Bahri, S.M., NLp., Ketua BPD Keban Agung, Sekretaris Desa Keban Agung, Direktur BUMD Keban Agung, para Kepala Dusun Desa Keban Agung, serta perwakilan mahasiswa KKN UNSAN Kelompok 3.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Serasan, yakni Rika Septiana, S.T., M.Sc., Nasution, S.T., M.T., dan Win Insani, S.T., M.T.

Para narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai FABA, potensi pemanfaatannya, hingga peluang pengembangan FABA sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block.

Dari Material Sisa Menjadi Produk Bernilai

FABA merupakan material sisa dari proses pembakaran batu bara. Dengan pengelolaan yang tepat dan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, material tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya sebagai bahan campuran produk konstruksi seperti paving block.

Inovasi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan KKN UNSAN karena tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan material sisa, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diperkenalkan pada gagasan bahwa material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat apabila dikelola melalui proses dan standar yang tepat.

Pemda dan Desa Sambut Positif

Mewakili Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, S.STP., M.M., menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNSAN tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberikan tambahan ilmu dan wawasan kepada masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya menjadi teori, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi ilmu dan wawasan baru yang bisa kita serap. Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat diterapkan di lingkungan dan ke depannya bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Yudha dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Desa Keban Agung Fajrol Bahri, S.M., NLp., juga memberikan apresiasi terhadap program yang dibawa mahasiswa KKN UNSAN.

Ia menilai inovasi pemanfaatan FABA menjadi paving block memiliki potensi untuk dikembangkan karena menggabungkan aspek kepedulian lingkungan dengan peluang ekonomi masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya hadir untuk menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan gagasan yang dapat meninggalkan manfaat bagi masyarakat setelah program KKN selesai.

Mahasiswa Didorong Hadirkan Program Berkelanjutan

Program pemanfaatan FABA menjadi paving block menjadi salah satu bentuk nyata KKN UNSAN Kelompok 3 dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.

Ke depan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih aplikatif, seperti pengenalan proses pembuatan, pengujian kualitas, serta kajian kelayakan usaha sehingga masyarakat dapat memahami aspek teknis dan ekonomi secara lebih menyeluruh.

Dengan adanya program tersebut, KKN UNSAN Kelompok 3 berharap Desa Keban Agung dapat terus mengembangkan berbagai potensi lokal dan melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari ilmu menjadi inovasi, dari inovasi menjadi peluang, dan dari peluang menjadi manfaat bagi masyarakat.

Exit mobile version