Site icon

Konser Coldplay di Sistem Kapitalisme

WhatsApp Image 2023-05-22 at 16.17.46

Oleh : Qomariah

Konser musik bukan hanya soal seni suara, tetapi suatu gabungan yang euforia musik untuk mempengaruhi dan memikat kaum Adam dan hawa, banyak sekali sebagian dari mereka ini sebagai pemuja musik, sebagian mereka menganggap musik adalah penyemangat hidupnya, dan bagi yang belum mengenal hukum syara dan syariatnya, sehingga mudah sekali tergerus dan terjerumus oleh arus kerusakan di sistem kapitalis sekuler yang rusak lagi merusak ini.

Bahwa musik ini tidak cuma hanya mempengaruhi anak-anak muda saja, tetapi para orang tua pun ikut terpengaruh oleh gravitasi musik ini, sehingga orang tua pun lupa akan mengurusi kepentingan keluarga dan anak-anaknya dalam pemahaman agama yang benar, terutama agama yang diridhoi allah subhanahu wa ta’ala, karena orang tua yang seperti ini pemikirannya sudah dipengaruhi hedonisme.

Sangat penting sekali, kita tahu apa yang dimaksudkan dengan Coldplay, dan apa pengaruhnya terhadap umat?

Bahwa Coldplay merupakan kelompok musik dari Inggris, yang beranggotakan 4 Orang, yang belakangan pernah berhasil mendulang kesuksesan di laman Sosmed Facebook karena judul lagunya, yaitu “Kemerdekaan Palestina”, tetapi kita kan tahu, Mustahil Orang kebangsaan inggris membela umat muslim di Palestina, ketika Inggris menjadi adidaya, dan Palestina di bawah pemerintahan mandat Inggris eksodus kaum Yahudi dari Eropa dilakukan besar-besaran di Palestina mulai dari skema pembelian tanah, kemudian mereka dipersenjatai, lalu mendirikan” negara” di atas wilayah Palestina.

Sejak itu kaum Yahudi dan Israel berubah menjadi agresor dengan dukungan penuh dari Inggris, Amerika dan negara-negara Barat.

Juga dampak buruknya Coldplay terhadap umat, terutama umat muslim, sangat besar sekali pengaruhnya, bahwa Kontroversi Coldplay, yang katanya mendukung Palestina, ternyata terang terangan pengakuan salah satu vokalis Coldplay yang bernama Cris Martin, menyatakan bahwa dia adalah pendukung LGBT, dan mereka juga tak segan segan mengibarkan bendera LGBT, ketika Coldplay konser, inilah sebuah buktinya bahwa mereka benar benar pendukung penuh kepada hal yang tidak beradab tersebut.

Di sistem Kapitalisme setiap mengadakan suatu konser, adalah suatu kesempatan para penguasa dan pemilik modal untuk melakukan transaksi serta meraup keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memakai standar halal haram.

Sangat jauh sekali dalam pandangan Islam, bahwa mendengar musik, hukumnya adalah Mubah atau di perbolehkan asalkan tidak berlebihan, serta tidak menimbulkan keharaman sampai hal yang menyebabkan keburukan.

Karena musik merupakan ranah Khilafiyah atau banyak perbedaan pendapat di antara para ulama, menyelesaikannya harus dengan dalil, tetapi walaupun begitu, ranah ini tidak pernah menjadikan para ulama terdahulu berpecah belah, karena perbedaan pendapatnnya.

Maka konsekuensinya kita harus menyakini kebenaran yang datang dari firman Allah SWT, (QS. Lukman : 6)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Diceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik.

Syukur alhamdulillah Allah masih teguhkan hati, akal dan pikiran kita, pada visi dan misi besar kehidupan yang sebentar ini, sesungguhnya kita hidup hanya sekali, dan tidak boleh disia-siakan detik demi detiknya, ingatlah seluruh amal perbuatan kita yang akan dihisab, dengan tolak ukur halal haram, hanya Allah SWT tempat kita bersandar, juga berpedoman hidup kita hanya kepada Al Qur’an dan Sunnah nya, ya Allah kuatkan hamba mu yang pakir ini agar selalu tetap Istiqomah di jalanmu, Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version