Site icon

Koordinasi dan Konsolidasi DPC Apdesi Merah Putih se-Muba Bahas Tentang Produksi Pupuk Organik

WhatsApp Image 2026-10-26 at 17.06.03

Kliksumatera.com, SEKAYU-  Agenda Koordinasi dan Konsolidasi DPC APDESI Merah Putih (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digelar di Desa Mulyo Rejo B4  Kecamatan Sungai Lilin  Kabupaten Musi Banyuasin (Muba ) Provinsi Sumatera Selatan ,yang membahas tentang pupuk organic. Hal itu merupakan langkah strategis tingkat desa dalam mendukung ketahanan pangan, mengoptimalkan potensi pertanian daerah, serta menyiasati keterbatasan kuota pupuk kimia bersubsidi bagi para petani.

Pembahasan isu pupuk organik dalam forum koordinasi kepala desa se-Kabupaten Muba secara umum mencakup beberapa poin strategis berikut:

Optimalisasi Program UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik)

Ketua KUD Mukti Jaya Bambang Gianto   menyampaikan dan  mendorong Kemandirian  desa-desa di Muba untuk memaksimalkan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dari pemerintah  Dengan UPPO, kelompok tani di tingkat desa dapat memproduksi pupuk organik secara mandiri menggunakan kotoran ternak dan limbah pertanian setempat.

Integrasi Peternakan dan Pertanian: Memanfaatkan limbah peternakan sapi atau kambing di desa-desa Muba sebagai bahan baku utama pupuk kandang/organik berkualitas tinggi.

  1. Pemanfaatan Limbah Sektor Perkebunan “Kelapa Sawit & Karet”

Inovasi Limbah Sawit: Mengingat Muba memiliki wilayah perkebunan kelapa sawit yang sangat luas, konsolidasi ini membuka ruang kolaborasi untuk mengolah limbah kelapa sawit (seperti sludge atau pelepah) menjadi Pupuk Organik Hayati Cair (POHC) guna menyuburkan kembali tanah perkebunan rakyat.

Rehabilitasi Lahan Karet & Sawit: Penggunaan pupuk organik difokuskan untuk memperbaiki struktur tanah yang jenuh akibat penggunaan pupuk kimia jangka panjang pada komoditas perkebunan utama warga.

  1. Mengatasi Kelangkaan & Keterbatasan Pupuk Subsidi

Solusi Alternatif Petani: Fluktuasi pasokan dan pengurangan kuota pupuk kimia bersubsidi dari pusat kerap menjadi keluhan utama petani di kecamatan-kecamatan  se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).  APDESI MERAH PUTIH  menjembatani kepala desa agar mengedukasi warga menjadikan pupuk organik sebagai substitusi utama.

Efisiensi Biaya Produksi: Mengurangi ketergantungan petani pada pupuk non-subsidi yang harganya relatif mahal, sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan petani desa.

  1. Peran BUMDes dalam Distribusi dan Produksi

Peluang Bisnis Desa: Mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengambil peran dalam rantai produksi atau agen penyalur pupuk organik lokal. Hal ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan petani, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Pelatihan Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair): Menggerakkan perangkat desa bekerjasama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair mandiri berbasis mikroorganisme lokal (MOL) bagi kelompok tani wanita dan pemuda tani.

Ketua Apdesi Kecamatan Sungai Lilin Suhardi, menyampaikan “Melalui momentum ini, kami mohon doa, arahan, dan bimbingan agar ke depannya APDESI dapat terus menjadi wadah yang solid, memperjuangkan aspirasi desa, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dari desa untuk kemajuan bersama. ‘’Sekiranya dalam penyambutan atau penyelenggaraan acara ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,’’ tandasnya.

Laporan : Khahar

Posting   : Imam Gazali

Exit mobile version