Kliksumatera.com, PALEMBANG- Salah satu ciri kemajuan suatu lembaga pendidikan adalah senantiasa menambah pengetahuan dengan berbagai cara, salah satunya melalui gelaran seminar. Dan, hal itulah yang dilaksanakan oleh Program Studi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang selama 2 hari (9-10/8/22).
Kali ini Program Studi mengangkat tema seminar berjudul ”Moderasi Dakwah Berbasis Media dan Perilaku Kemasyarakatan”. Ada tiga pembicara berkompenten yang ditampilkan. Mereka adalah Prof H. Dr. Ahmad Sarbini M.Ag (Dekan Fak Dakwah UIN Bandung), Dr. Gun-Gun Heryanto M.Si (Dosen UIN Syarif Hidayatulloh), dan 3. Dr. Yopi Kusmiati. M.Si (Dosen UIN Syarif Hidayatulloh).
Seminar sendiri diadakan di Hotel Harper Palembang yang diikuti oleh 60 peserta dari kalangan dosen dan tendik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Seminar dibuka Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Ahmad Syarifudin MA. Sementara tema yang diangkat disinergikan dengan IKU (Indikator Kerja Utama) Rektor UIN Rafa Palembang. ”Dengan tema ini, kami mengharapkan pemahaman moderasi beragama di kalangan dosen dan tendik dengan benar. Memiliki pandangan , sikap, dan praktik beragama, hidup bersama dengan saling menghargai dan memberikan nilai martabat kemanusiaan yang terbaik,” tegas Dr. Ahmad Syarifuddin MA dalam pembukaan seminar tersebut.
Senada dengan disampaikan Ketua Panitia Mohd Aji Isnaini MA, bahwa moderasi dakwah merupakan satu nafas dengan moderasi agama. Terdapat benang merah antara dakwah dan agama, berdakwah haruslah memuliakan manusia. Berdakwa secara humanis, yang menampilkan sikap-sikap kemanusiaan yang harus dihargai, dan memberikan sikap penghormatan sebagai sesama makhluk ciptaan Allah SWT. ”Semoga kita dapat mengambil intisari pengetahuan dan pemahaman yang disampaikan oleh para narasumber,” tandas Aji.
Sementara dalam paparannya, narasumber Prof Dr. H. Ahmad Sarbini menyimpulkan bahwa untuk membangun kedewasaan perilaku beragama masyarakat dan sekaligus sebagai kontra narasi terhadap pesan-pesan yang bersifat dusta, provokatif, dan bernada ekstrem, maka pesan-pesan keagamaan berbasis moderasi beragama menjadi alternatif dalam mengonstruksi kerangka pemikiran keagamaan yang moderat, toleran, dan berorientasi pada penciptaan suasana tentram, tenang, dan damai dalam kehidupan di masyarakat.
Begitu juga Dr. Gun-Gun Heryanto MSi memberikan gagasan strategis moderasi dakwah yang haruslah adanya kolaborasi jejaring para dai dan komunitas yang aktif menebar gagasan Islam sebagai rahmatan lilalamin. ”Dakwah dilakukan secara regular dan konsisten, dan diseminasi narasi Islam inklusif multiplatform sekaligus kontranarasi terhadap ajaran Islam radikal dan membahayakan sehingga bisa menguatkan konsolidasi demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Sementara narasumber Dr. Yopi Kusmiati MSi lebih kepada perspektif psikologi komunikasi bahwa perilaku pengguna media sosial haruslah memiliki kearifan dalam menggunakannya, meskipun medsos ini mempengaruhi dan mengubah perilaku manusia, baik secara individu maupun secara sosial masyarakat dalam menggunakan teknologi. Tapi tidak bisa dipungkiri masih dapat nilai-nilai positif yang dapat dihadirkan dari pengguna teknologi ini.
Laporan/Posting : Imam Ghazali

