Site icon

Lagi-Lagi Limbah Cemari Kebun Warga, PT Pertamina Zona 4 Field Prabumulih-KSO Formasi Sumatra Energi Saling Tuding

WhatsApp Image 2024-08-01 at 20.10.55

Kliksumatera.com, INDRALAYA- Tim dari PT Pertamina Zona 4 Field Prabumulih dan juga KSO Formasi Sumatra Energi, hari ini meninjau langsung lokasi kebun karet warga yang tercemar limbah minyak tepat di sebelah sumur TTT#21 sumur milik Pertamina tapi wilayah kerja KSO (WK KSO) Formasi Sumatra Energi, Jumat(2/8/24).

Saat meninjau lokasi kebun warga yang tercemar limbah tersebut, rombongan PT Pertamina dan juga KSO Pertamina, terdiri dari beberapa MKL, Humas, atau pun HSE (Health Security and Environmetn) masing-masing memeriksa limbah yang masuk ke dalam kebun warga Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel.

Dari hasil pemeriksaan pihak HSE, Pertamina membenarkan bahwasannya itu benar limbah, tapi kita belum tahu limbah jenis apa itu. ”Makanya kita uji lab dulu biar jelas itu limbah jenis apa, sambil proses penyelesaianya terus berjalan, dan tetap koordinasi dengan Humas KSO, ataupun HSE,” ujarnya.

Helmi juga menambahkan bahwasannya limbah ini merupakan WK KSO (Wilayah Kerja KSO) dari PT Formasi Sumatra Energi. ”Jadi urusan ini merupakan tanggung jawab dari PT tersebut, kami datang hari ini ke lokasi limbah hanya untuk memastikan apakah benar ini limbah minyak yang disebabkan, oleh sumur minyak Pertamina atau bukan. Kami beserta rombongan hari ini tinjau lokasi kebun karet warga yang tercemar oleh limbah minyak, karena adanya laporan dari KSO Formasi Sumatra Energi, dan untuk urusan selanjutnya silakan berkoordinasi dengan PT KSO Forsumen, sebab ini merupakan Wilayah Kerja KSO Formasi Sumatra Energi,” jelasnya.

Di tempat yang sama HSE KSO Formasi Sumatra Energi M. Nur Yuta mengatakan bahwasannya mereka sudah menyurati pihak Pertamina sejak bulan April 2024 atas limbah yang masuk kebun warga ini, tapi baru sekarang ada tanggapan. ”Tujuan surat kami itu untuk mengetahui limbah itu sewaktu masa siapa yang beroperasi, karena limbah tersebut sudah menahun tapi baru ketahuan saat ini, makanya kami sangat yakin kalau limbah itu bukan dari akibat operasional ataupun kelalaian KSO Formasi Sumatra Energi,” tegasnya.

Sejak Bulan April 2024 KSO Forsumen melalui Humas nya Hestu, sudah menyurati pihak Pertamina, tapi baru sekarang ada tanggapan,tujuan KSO menyurati untuk sama sama tinjau lokasi dan berkoordinasi, sebenar nya limbah itu terjadi di masa operasional siapa,Pertamina atau KSO Forsumen.

Akibat dari saling tuding, dan tidak mengakui limbah tersebut, warga Desa Tambang Rambang yang terdampak kerugian kebun karet yang merupakan hasil mata pencaharian banyak yang mati dan tidak bergetah lagi, ulah dari dua gajah (Pertamina – KSO Forsumen) yang saling tuding kesalahan, malah rumput yang rusak (rakyat kecil yang jadi korban).

Bustomi berharap supaya masalah limbah ini segera diselesaikan, jangan saling tuding siapa salah dan siapa yang benar. ”Kami rakyat kecil ini menjadi korban, kalau memang perlu melibatkan DLH, silakan, ataupun sekalian saja SKK Migas agar kebun karet kami ini segera dibersihkan dan dikembalikan tanah subsoilnya, supaya bisa kami tanami lagi dengan batang karet, agar saya bisa menafkahi kembali anak dan istri. Segeralah Pak untuk menyelesaikan masalah ini, jangan ditunda-tunda lagi, karena masalah ini hampir satu tahun kami menunggunya sampai saat ini baru sebatas cek lokasi, sementara kami terus berjuang mencari tambahan, karena kebun karet yang sudah tidak optimal lagi, kalau memang harus melibatkan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) silakan kami siap, karena kami yakin, limbah ini akibat dari kelalaian pihak PT Pertamina, ataupun KSO Forsumen, bila perlu libatkan juga SKK Migas agar jelas ini kesalahan siapa,” ungkap Bustomi dengan nada kesal.

Ia juga menambahkan, kalau memang Pertamina dan KSO Forsumen tidak mangakui limbah itu milik siapa, saya akan terus memperjuangkan hak saya,baik itu melalui SKK Migas sampai jalan terakhir mengadakan aksi menutup operasional dari pada akses akses Petamina dan KSO.

Laporan : Khahar/Tim Komatsu
Posting : Imam Gazali

Exit mobile version