Brebes – Senyum sumringah terpancar dari wajah Ibu Turah (45), seorang petani tangguh asal Desa Cikuya, Kabupaten Brebes. Pada Jumat (27/02/2026), ia tampak lebih bersemangat melangkahkan kaki menuju sawahnya. Bukan tanpa alasan, jalur utama yang selama ini menjadi momok bagi para petani kini telah bersalin rupa melalui program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.
Selama bertahun-tahun, akses menuju lahan pertanian di desa tersebut dikenal sebagai medan yang “jahat”, terutama saat musim penghujan tiba.
Bagi Ibu Turah, akses jalan yang rusak parah bukan sekadar menghambat perjalanan, melainkan ancaman keselamatan fisik. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin seringkali membuatnya harus berjuang ekstra agar tidak terjatuh saat memikul hasil tani atau sarana produksi pertanian.
“Dulu kalau mau ke sawah rasanya was-was terus. Jalannya rusak parah dan licin sekali kalau kena hujan. Saya sering hampir jatuh, bahkan tetangga ada yang sampai terpeleset karena jalannya tidak rata,” kenang Ibu Turah di sela aktivitasnya.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya yang fokus pada perbaikan dan pengerasan jalan tani menjadi jawaban atas keluh kesah warga selama ini. Kini, Ibu Turah dan rekan-rekan petaninya tidak perlu lagi khawatir akan tergelincir atau membuang waktu lama hanya untuk sampai ke ladang.
Pembangunan jalan ini diprediksi akan memangkas waktu tempuh dan mempermudah transportasi pengangkut hasil panen, yang secara otomatis akan meningkatkan efisiensi biaya bagi para petani setempat.
Ibu Turah mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para prajurit Kodim 0713/Brebes yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, pembangunan jalan ini adalah bentuk perhatian nyata negara terhadap nasib masyarakat kecil di pelosok desa.
“Sekarang jalannya sudah enak dan bagus. Sudah tidak takut terpeleset lagi. Terima kasih Pak TNI, jalannya sudah dibuatkan jadi sangat nyaman buat kami para petani,” pungkasnya dengan nada penuh syukur.(Pradista)

