Site icon

Lansia Merana Dalam Sistem Kapitalisme

WhatsApp Image 2022-06-11 at 04.28.57

Oleh: Ummu Umar

Tanggal 29 Mei merupakan peringatan Hari Lansia. Penetapan Hari Lansia ini sebagai wujud kepedulian dan penghargaan kepada manusia lanjut usia. Berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang berusia 60 tahun ke atas.

Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra. Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia.

Pemerintah daerah memperingati Hari Lansia dengan kegiatan yang melibatkan orang lanjut usia, seperti acara senam bersama, berbagai perlombaan, dan penyerahan paket bantuan bagi orang lanjut usia. Hari Lansia juga diperingati dengan mengadakan seminar dan diskusi.

Dilihat dari Sejarah, Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) ditetapkan Sidang Umum PBB setiap 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Penetapan hari lansia internasional merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging (Vienna Plan). Vienna Plan itu diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982, yang melahirkan kesepakatan untuk mengundang bangsa-bangsa secara merata menetapkan hari lanjut usia.

Sementara Hari Lanjut Usia Nasional di Indonesia dicanangkan secara resmi pada 29 Mei 1996 oleh Presiden Soeharto. Hal itu untuk menghormati jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). rri.co.id

Lansia adalah orang-orang yang berusia lanjut dan kelangsungan hidup mereka juga menjadi tanggung jawab negara. Namun dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini banyak sekali lansia yang terlantar, menjadi pengemis, gelandangan, mengumpulkan barang-barang bekas, mencari batu di sungai, masih mencari nafkah karena tidak ada yang menanggung beban nafkahnya.

Di sisi lain ada lansia yang tetap eksis karena mempunyai harta atau dianggap berprestasi bagi negeri dan diberikan penghargaan. Namun banyak juga lansia yang mengalami sakit parah seperti stroke, diabetes, jantung dan sebagainya akibat buruknya pola pikir, pola hidup, dan pola makan yang sangat dipengaruhi oleh sistem kapitalisme sekuler demokrasi yang diterapkan saat ini.

Lansia dalam sistem kapitalisme justru menanggung beban berat seperti beban nafkah, mengasuh cucu karena ibu bekerja atau anak yang bercerai bahkan menanggung nafkah anak dari suami yang berpoligami dan sebagainya. inilah fakta yang terjadi pada lansia saat ini karena kehidupan mereka diatur dengan aturan kapitalisme sekuler demokrasi yang sangat menyengsarakan.

Sebenarnya lansia masih mempunyai kesempatan untuk meraih pahala jika standar hidup yang digunakan adalah Islam. Islam memberikan hak-hak dan kewajiban yang sama terhadap lansia. Misalnya kewajiban menuntut ilmu, kewajiban berdakwah, amar makruf nahi mungkar dan kewajiban lainnya. Lansia bisa menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda tentang bagaimana membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah misalnya atau bagaimana menyampaikan dakwah kepada umat manusia dan sebagainya. Bahkan menjadi contoh dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan misalnya.

Islam sangat memperhatikan para lansia, baik dalam urusan kewajiban beban nafkahnya ataupun kewajiban mengurus para lansia. Bahkan mereka adalah orang-orang yang wajib mendapat perlindungan jika terjadi perang.

Apabila terjadi persoalan pada lansia dalam masalah nafkah misalnya, maka bisa dilaporkan kepada qodhi (pengadilan) umum dan negara akan memberikan solusi sesuai syariah Islam yang wajib ditaati seluruh masyarakat.

Negara tidak hanya memberikan solusi tentang siapa yang wajib menanggung nafkahnya, tapi negara wajib memberikan pekerjaan kepada setiap laki-laki yang belum mempunyai pekerjaan agar dia dapat melaksanakan kewajiban nafkahnya.

Di dalam Islam, negara sangatlah mempunyai peranan penting dalam mengurus dan melindungi masyarakat sesuai syariah Islam. Agar kesejahteraan rakyat benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. Negara itulah yang bernama Khilafah warisan Rasulullah SAW. Insya Allah. Wallahu alam bishawab.

Exit mobile version