Site icon

Literasi Digital, Kehidupan Masyarakat Era Digital

WhatsApp Image 2021-09-03 at 16.49.27

Musi Banyuasin, Klik Sumatera- Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Bupati Kabupaten Musi Banyuasin yaitu, Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ., M.B.A., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

ADE SEPTIAN (Bankers), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL. Ade memaparkan tema “TIPS MEMILIH DOMPET DIGITAL YANG AMAN DAN TERPERCAYA”. Dalam pemaparannya, Ade menjelaskan dompet digital adalah aplikasi elektronik yang dapat digunakan untuk membayar transaksi secara online. Tanpa kartu dan tanpa uang tunai, pengguna tinggal membawa gawai. Fungsi dompet digital, meliputi penyimpanan uang berbasis server atau chip, enyimpanan beragam rekening dalam satu aplikasi, serta metode Pembayaran non tunai, seperti Scan QR atau Transfer. Keuntungan dompet digital, antara lain terhindar dari risiko uang palsu, transaksi lebih cepat, menghindari penyebaran virus, lebih praktis, dan riwayat transaksi lengkap. Kerugian dompet digital, mencakup merchant masih terbatas, terdapat biaya transaksi pada saat top up, dan menjadi lebih konsumtif.

Tips memilih dompet digital yang aman, dengan cara memiliki izin bank Indonesia, memiliki layanan pelanggan, gunakan autentikasi ganda, baca syarat dan ketentuan, perhatikan limit top up, serta cek rating dari apllikasi. Di era digital saat ini tentunya banyak sekali kemudahan yang ditawarkan kepada Masyarakat, salah satunya adalah dompet digital yang memudahkan dalam penyimpanan uang dan pembayaran tanpa harus repot membawa dompet dan uang cash. Namun tetap harus cermat dalam memilih dompet digital yang aman dan terpercaya

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh RONNY H. MASTAMU (Director, Quadrant Consulting). Ronny mengangkat tema “TIPS DAN TRICK MENGHINDARI PENIPUAN DIGITAL”. Ronny menjabarkan platform penipuan digital, meliputi media sosial, email, telepon, dan aplikasi bodong yang belum jelas keamanannya. Jenis-jenis penipuan digital, meliputi email phising, penipuan pencucian uang, penipuan kartu ucapan, penipuan pinjaman dari bank, serta penipuan pembunuhan dan kecelakaan. Tips menghindari penipuan digital, dengan cara jaga informasi pribadi, jangan memberikan OTP, jangan mudah tergiur dengan keuntungan atau janji hadiah, cek rekam jejak si penjual, pilih marketplace yang terpecaya, serta hanya percaya informasi pada situs resmi.

Sesi BUDAYA DIGITAL, oleh REGI YASIKA, S.E (Ketua KAMMI Sumsel-Babel). Regi memberikan materi dengan tema “MENGENAL LEBIH JAUH CARA MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI DUNIA DIGITAL”. Regi menjelaskan demokrasi sebagai sistem memberikan implikasi terhadap persamaan hak, kewajiban dan perlakuan yang sama bagi warga negaranya. Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi setiap warga dan ini hak konstitusional yang dijamin oleh negara. Hak setiap individu sejak dilahirkan yang telah dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara hukum dan demokrasi berwenang untuk mengatur dan melindungi pelaksanaannya. Cara menyampaikan pendapat, antara lain hindari opini provokatif, memikirkan kembali pendapat, mengutamakan kepentingan umum, sopan dan santun, serta mengetahui isu secara detail.

Etika berpendapat di dunia digital, meliputi membahas baik atau buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, tindakan yang dapat memberikan kebaikan bagi pelakunya, serta menilai baik dan buruknya suatu tindakan berdasarkan akibat yang didapat bagi banyak orang.

Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh ROJAKI, M.PD (Duta Baca Musi Banyuasin). Rojaki mengangkat tema “MENJADI PENGGUNA INTERNET YANG ANTI PERUNDUNGAN”. Rojaki menjabarkan bahaya internet, meliputi haki, cyber gaming, phising, syber stalking, dan cyber bullying. Cara agar manjadi pengguna internet anti perundungan, meliputi konten yang ingin dibagikan sesuai fakta, konten yang diunggah bermanfaat bagi orang lain, informasi yang diunggah dapat dipertanggungjawabkan, serta konten yang diunggah sudah bijak dan sopan. Oversharing atau membagikan hal pribadi secara berlebihan. Pilihlah dengan bijak hal-hal yang memang pantas untuk dibagikan dan menjadi konsumsi publik.

Webinar diakhiri, oleh RIRIS REBECCA (Influencer dengan FollowerS). Riris menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips memilih dompet digital yang aman, dengan cara memiliki izin bank Indonesia, memiliki layanan pelanggan, gunakan autentikasi ganda, baca syarat dan ketentuan, perhatikan limit top up, serta cek rating dari apllikasi. Tips menghindari penipuan digital, dengan cara jaga informasi pribadi, jangan memberikan OTP, jangan mudah tergiur dengan keuntungan atau janji hadiah, cek rekam jejak si penjual, pilih marketplace yang terpecaya, serta hanya percaya informasi pada situs resmi.

Cara menyampaikan pendapat, antara lain hindari opini provokatif, memikirkan kembali pendapat, mengutamakan kepentingan umum, sopan dan santun, serta mengetahui isu secara detail. Cara agar manjadi pengguna internet anti perundungan, meliputi konten yang ingin dibagikan sesuai fakta, konten yang diunggah bermanfaat bagi orang lain, informasi yang diunggah dapat dipertanggungjawabkan, serta konten yang diunggah sudah bijak dan sopan. (A. Dedy)

Exit mobile version