Site icon

Literasi Digital, Lindungi Diri Di Dunia Digital

WhatsApp Image 2021-09-03 at 16.52.26

Banyuasin, Klik Sumatera- Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Bupati Kabupaten Banyuasin yaitu, H. Askolani, S.H., M.H., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

REDA LINDA GAUDIAMO (Pekerja Seni), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL. Reda memaparkan tema “POSITIF, KREATIF, DAN AMAN DI INTERNET”. Dalam pemaparannya, Reda menjabarkan positif di internet, meliputi batasi asupan, tonton video lucu, pikirkan orang lain, dukung bisnis lokal favorit, berempati kepada orang lain, serta bersyukur. Kreatif di internet, dengan cara ikut akun yang inspiratif dan bermanfaat, kolaborasi, mencoba kegiatan baru, hindari segala yang berlebihan, coba kanal baru, serta manfaatkan waktu yang ada. Aman di internet, antara lain periksa pengaturan privasi di semua media sosial, tidak mengaktifkan GPS, pikirkan perasaan orang lain, lebih baik diam, saring sebelum membagikan sesuatu di internet, serta laporkan akun yang membawa aura negatif di internet.

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh BAKTI ABDILLAH PUTRA, M.INT.COMM (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya). Bakti mengangkat tema “JANGAN ASAL SETUJU, KETAHUI DULU KETENTUAN PRIVASI DAN KEAMANANNYA”. Bakti menjabarkan privasi menyangkut privasi terhadap tubuh, privasi terhadap korenponden, serta privasi terhadap data atau informasi. Pentingnya keamanan privasi dalam dunia digital, untuk menghindari kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi, pencemaran nama baik, serta pengendalian data pribadi. Hal yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan privasi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lapor bila terjadi insiden.

Sesi BUDAYA DIGITAL, oleh BAGUS SUPARJIYO, S.PD., M.SI (Dosen Universitas Baturaja). Bagus memberikan materi dengan tema “LITERASI DIGITAL BAGI TENAGA PENDIDIK DAN ANAK DIDIK DI ERA DIGITAL”. Bagus menjelaskan poin pentingnya peningkatan literasi digital bagi pendidik berupa, meningkatkan pengetahuan mengenai media atau sumber yang berkualitas, meningkatkan kemampuan agar dapat perbedaan antara realita media dengan realitas sosial, meningkatkan kemampuan untuk bersikap kritis, serta meningkatkan kemampuan pendidik dalam memanfaatkan media baru untuk kualitas pendidikan lebih baik.

Beberapa hal penting dalam peningkatan literasi digital bagi anak didik mencakup, belajar lebih cepat, menghemat waktu, lebih aman, menghemat uang, selalu memperoleh informasi terkini, memperluas jaringan, ramah lingkungan dan memperkaya keterampilan, serta dapat membuat kuputusan lebih baik. Contoh kegiatan literasi digital di sekolah ialah pengarsipan digital, kelas virtual, dan berkomunikasi dengan warga sekolah menggunakan tekonologi digital.

Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh WAWAN NURMASYAH, S.KOM., M.CS (Sekretaris IAII DPW Sumsel). Wawan mengangkat tema “PERAN DAN FUNGSI E-MARKET DALAM MENDUKUNG PRODUK LOKAL”.  Wawan membahas e-market dapat digamparkan seperti pasar dimana interaksi ataupun transaksi antara penjual dan pembeli dilakukan menggunakan media bantu berbasis elektronik yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Pola pikir peran sebagai konsumen atau pembeli mencakup, mengutamakan produk lokal dalam kebutuhan, membantu promosi produk lokal lewat media sosial, memberikan masukan, menjadi fasilisator, serta mengajak teman, keluarga, dan saudara untuk belanja produk lokal. Pola pikir peran sebagai produsen atau penjual meliputi, memahami segmentasi produk, komitmen kualitas produk, komitmen kepastian harga, kemampuan menjual dan promosi, serta pola pikir digital.

Fungsi e-market antara lain, mudah digunakan dan menjadi media promosi. Kehandalan dan inovasi dalam keamanan, privasi, manajemen database, dan pengembangan sistem. Kepatuhan dan pelayanan dalam memenuhi standar perizinan, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan tanggap terhadap masukan. Serta, kepercayaan sebagai sistem dan manajemen verifikasi mitra terpercaya antara toko dan kurir.

Webinar diakhiri, oleh GRACE VIRYA SALIM (Influencer dengan Follwers 30,2 Ribu). Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa aman di internet, antara lain periksa pengaturan privasi di semua media sosial, tidak mengaktifkan GPS, pikirkan perasaan orang lain, lebih baik diam, saring sebelum membagikan sesuatu di internet, serta laporkan akun yang membawa aura negatif di internet. Hal yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan privasi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lapor bila terjadi insiden.

Contoh kegiatan literasi digital di sekolah ialah pengarsipan digital, kelas virtual, dan berkomunikasi dengan warga sekolah menggunakan tekonologi digital. Fungsi e-market antara lain, mudah digunakan dan menjadi media promosi. Kehandalan dan inovasi dalam keamanan, privasi, manajemen database, dan pengembangan sistem. Kepatuhan dan pelayanan dalam memenuhi standar perizinan, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan tanggap terhadap masukan. (Dedy)

 

Exit mobile version