OKI – Klik Sumatera – Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.
Sebagai Keynote Speaker adalah Bupati Provinsi Sumatra Selatan yaitu, H. Iskandar, SE, dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang MASYARAKAT DIGITAL oleh para narsum yaitu AKBP Dr. Andi Sinjaya Ghalib, SH., SIK., MH (Kapolres Enrekang Polda Sulsel/Polri), Dinda Saraswati Dipoyono (EX Content Development in Edu-Tech Startup), Rizki Kurniati Soputan, Amd (Staf Pemkot Kecamatan Plaju) dan Nurmuin, S.IP., M.Si (Jurnalis & Wakil Ketua I PWI OKI) serta Key Opinion Leader oleh Madeline Nathani seorang Beauty & Fashion Influencer.
Pembahasan tentang masyarakat yang identik dengan corak berinteraksi menggunakan teknologi digital. Di era globalisasi ini, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi. Seluruh manusia di muka bumi kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi dan berbagai platform media sosial yang dapat kita gunakan karena kemudahannya antara lain Instagram, Twitter, YouTube, Facebook, WhatsApp, dan lain-lain. Menjadi masyarakat digital yang bijak, sama halnya dengan menyusun CV yang baik dalam artian harus menggunakan sosial media kita dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu orang yang bijak dalam bersosial media adalah orang yang selalu menggunakan akal budinya dalam menggunakan media sosial, kita bisa bebas berpendapat dan berekspresi, namun perlu ditegaskan bahwa kebebasan tersebut bukanlah kebebasan mutlak tanpa batas dan etika. Di media sosial juga kita bisa bebas berpendapat dan berekspresi, tetapi harus diingat juga kebebasan tersebut bukanlah kebebasan mutlak tanpa batas dan etika. Yang artinya menjaganya agar tetap positif sambil tetap berhati-hati. Karena perilaku kita di media sosial adalah cermin dan sekaligus berdampak besar di dunia nyata. (Dd)`

