Site icon

Makanan/Minuman Halal dan Tayib, Islam Solusinya

WhatsApp Image 2024-08-08 at 14.02.25

Oleh : Qomariah

Hidup dalam kehidupan yang diatur oleh sistem kapitalisme, di mana uang menjadi tujuan utama dari proses produksi, akibatnya abai dengan aspek kesehatan dan keamanan pangan untuk anak-anak, sehingga tidak sesuai dengan konsep makanan halal dan Tayib, karena dalam sistem ekonomi kapitalisme, tentu kepentingan para oligarki yang lebih diutamakan.

 

Sebab ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena gagal ginjal, dokter mengungkapkan salah satunya adalah kebiasaan konsumsi makanan dan minuman kemasan yang tinggi. Dokter spesialis anak di rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Eka Laksmi Hidayati mengatakan, pola hidup tidak sehat mendominasi faktor penyebab gagal ginjal.

 

Penyebab gagal ginjal yang bisa terjadi itu lifestyle, itu pengaruhnya dari obesitas. Dan berisiko sekali terjadi penurunan fungsi ginjal,”kata Eka dalam Instagram live RSCM official, CNN Indonesia. Kamis (25/7/2024). Menurut Eka, efek dari konsumsi makanan dan minuman kemasan terhadap fungsi ginjal tidak terjadi sekonyong-konyong.

 

“Makanan, minuman gula, dan garam tinggi, memang tidak langsung seketika terjadi. Ini akan terjadi kalau sudah masuk obesitas, dan anak yang obesitas ketika masuk usia dewasa (gagal ginjal),” katanya.

 

Kita harus kembali terhenyak dengan melonjaknya kasus diabetes anak. Tidak telak, dunia kesehatan anak beserta sistem keamanan pangan ibarat menuju titik nadir. Bagaimanapun, saat ini perannya dalam penjagaan kualitas generasi turut terkoyak.

 

Di tengah gelombang ramainya anak-anak yang terkena diabetes hingga harus cuci darah, kini 4 siswa SDN 39 di Palembang keracunan hingga kejang-kejang sampai masuk RS, setelah beli minuman semprot di kantin (Sumsel Tribun). Inilah akibat dari abainya negara terhadap aspek kesehatan dan keamanan pangan untuk anak-anak, sehingga tidak sesuai dengan konsep makanan halal dan Tayib.

 

Penyakit degeneratif menjamur, melainkan karena kesalahan pola makan/konsumsi. Diabetes mengakibatkan terjadinya obesitas, penyakit tersebut tidak sendiri, maka bisa juga mendatangkan penyakit yang lainnya. Seperti; stroke, gagal ginjal, bahkan penyakit jantung.

 

Namun demikian, Kita juga harus menyadari bahwa gula adalah komoditas pangan strategis, tidak pelak, kondisi ini menunjukkan bahwa impor gula dianggap satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri. Hanya saja, kondisi ini juga kontra produktif dengan melonjaknya kasus diabetes anak. pasalnya, anak-anak pasti suka makanan/minuman manis.

 

Walaupun pencegahan dan imbauan, agar tidak terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula, selain itu ditambah olahraga fisik minimal 30 menit sehari selama 5 kali dalam seminggu. Mencermati hal ini, jelas tidak cukup upaya pencegaha dan himbauan diabetes pada anak dalam menghindari makanan/minuman manis.

 

Realitasnya, impor gula dan bisnis produk pangan bergula, tentu saja terlalu menggiurkan bagi para pemilik modal, bahkan menjadi lahan subur di sistem kapitalisme.

 

Hanya sistem Islam yang memiliki mekanisme, mengenai makanan/minuman halal dan Tayib.

Allah SWT berfirman, (TQS.Al-Baqarah : 168),”hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (Tayib), dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

 

Bahwa ini adalah panduan mutlak bagi konsumsi bahan pangan untuk seluruh manusia, namun dalam Islam perintah untuk makan makanan/minuman halal dan Tayib, tidak berdiri sendiri. Melainkan disertai oleh peran negara secara sistemis dalam rangka menjaga kualitas generasi yang sehat dan kuat.

 

Rasulullah SAW bersabda; “mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah, daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.”(HR.Muslim)

 

Maka dalam sistem Islam (khilafah) satu-satunya solusi yang hakiki, dalam mengurusi urusan bahan pangan umat manusia yang halal dan tayib. Insya Allah.

Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version