Site icon

Maraknya Hiburan Malam di Lahat, Warga Soroti Maraknya penggunaan Narkoba, Dugaan Pembiaran dan Ketimpangan Penertiban

IMG-20260407-WA0087

Kliksumatera.com Lahat — Aktivitas hiburan malam di sejumlah titik di Kabupaten Lahat kian menjamur dan berlangsung nyaris tanpa jeda. Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat mulai ramai membicarakan maraknya kafe dan tempat hiburan yang secara rutin menghadirkan DJ dari luar daerah, khususnya dari Palembang, dengan jadwal yang terbilang padat.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah kawasan sepanjang Jalan Lebuay Bandung. Di kawasan ini, Kafe Daffa, menjamurnya Kafe remang-remang disebut-sebut aktif menggelar hiburan malam setiap akhir pekan, tepatnya pada Jumat hingga Minggu. Suasana yang ramai dengan dentuman musik DJ membuat lokasi ini menjadi salah satu pusat keramaian baru di malam hari.

Tak hanya itu, event bertajuk “OT Rales Kece” turut menambah daftar panjang aktivitas hiburan malam di Lahat di Kecamatan Merapi di minggu ini. Acara tersebut dikabarkan menghadirkan sejumlah penampil seperti Sinta Bilqis dan DJ Dedek Emon yang dikenal di kalangan penikmat hiburan malam. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri, yang membuat kegiatan ini ramai diserbu pengunjung.

Fenomena serupa juga merambah wilayah lain. Di kawasan Merapi, tepatnya pada 9 April mendatang, sebuah acara hiburan malam kembali dijadwalkan dengan menghadirkan DJ Shinta Bilqis dari Palembang. Informasi ini semakin menguatkan kesan bahwa aktivitas hiburan malam di Kabupaten Lahat tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah.

Selain itu, kafe-kafe di kawasan Sungai Tebu hingga sepanjang area yang dikenal dengan Queen 99 juga dilaporkan beroperasi hampir setiap malam. Tempat-tempat ini disebut rutin menghadirkan hiburan DJ dan dipadati pengunjung, terutama pada malam akhir pekan.

Intensitas kegiatan yang tinggi ini memicu perhatian serius dari masyarakat sekitar.
Di tengah kondisi tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari warga apalagi acara-acara tersebut berada di wilayah Merapi Barat kediaman Lahat 2 Banyak yang menilai aktivitas ini berlangsung tanpa pengawasan yang jelas dari pihak berwenang. Bahkan, tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah ada unsur pembiaran dalam maraknya hiburan malam tersebut.

Keresahan masyarakat semakin terasa ketika muncul anggapan adanya ketimpangan dalam penertiban. Sepertinya hanya di wilayah Merapi saja yg boleh namun di kecamatan lain tidak boleh. Sejumlah warga menilai bahwa jika memang aturan ditegakkan, seharusnya berlaku untuk semua tempat hiburan tanpa terkecuali.
“Kalau mau ditertibkan, jangan tebang pilih. Semua harus diperlakukan sama,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain soal ketertiban, warga juga mengkhawatirkan dampak sosial yang bisa ditimbulkan. Aktivitas hiburan malam yang berlangsung hingga larut dikhawatirkan dapat memicu gangguan keamanan, pusat portitusi, perdangangan narkoba, kebisingan, hingga potensi masalah sosial lainnya di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah tegas maupun pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait fenomena ini. Kondisi tersebut semakin memperkuat persepsi publik bahwa pengawasan terhadap tempat hiburan malam masih lemah.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penertiban secara menyeluruh dan adil. Transparansi dalam penegakan aturan dinilai penting untuk menghindari kecurigaan serta menjaga kepercayaan publik.

Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, bukan tidak mungkin kondisi ini akan memicu keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, langkah cepat, tegas, dan tanpa pandang bulu menjadi harapan utama warga Lahat saat ini. Kita tunggu tindakan nyata pemerintah dalam penertiban acara kafe di Merapi dan kawasan kafe lain.

Laporan wartawan Novita.

Exit mobile version