Site icon

Mario Andramatik ” Bukan Sekedar Outing  Class.

IMG-20260421-WA0064

Kliksumatera.com Lahat — Sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023, lahir sebuah kegiatan bernama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada peserta didik melalui pengalaman langsung di luar pembelajaran intrakurikuler.

Pelaksanaannya pun fleksibel, dapat diatur oleh masing-masing sekolah, baik secara harian, mingguan, maupun sistem blok.
Dalam rangka implementasi P5 tersebut, pada Selasa, 21 April 2026, SMA Santo Yosef Lahat menggelar kegiatan outing class dengan mengunjungi Situs Megalitik Tinggihari. Sebanyak 137 siswa mengikuti kegiatan ini dengan menggunakan 4 bus sekolah dan beberapa minibus, didampingi oleh 11 guru serta satu orang tua murid, Serka Dodi Riska.

Sebelum keberangkatan, Kepala Sekolah Petrus Chanel Dananjaya, S.Pd., M.Pd. memberikan briefing kepada seluruh peserta. Rombongan kemudian berangkat dengan pengawalan minibus di bagian depan. Pendampingan ini diperlukan karena akses jalan dari Desa Pulau Pinang menuju lokasi situs cukup sempit,

M..eskipun kondisi jalan sudah relatif baik.
Dalam sambutannya, Dananjaya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa memperoleh pengetahuan secara langsung sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan rasa cinta tanah air. Ia juga berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter peserta didik yang kritis, berwawasan luas, serta berbudaya.

Kunjungan pertama dilakukan di Situs Megalitik Tinggihari I. Di lokasi ini, siswa dikenalkan berbagai peninggalan megalitik seperti arca menhir, batu datar, tetralith, lumpang batu berlubang empat, serta arca manusia yang mengapit dua anak. Total terdapat 46 benda megalitik di situs ini, meskipun keterbatasan waktu membuat tidak semua objek dapat diamati secara mendalam.

Perjalanan dilanjutkan ke Situs Megalitik Tinggihari II dan Situs Megalitik Tinggihari III. Situs kedua memiliki 14 benda megalitik, terdiri dari arca manusia, menhir, lesung, lumpang, tetralith, dan batu temu gelang. Meski cuaca cukup terik, semangat siswa untuk belajar tetap tinggi.

Di situs ketiga, terdapat sekitar 49 benda megalitik, dengan dominasi tetralith sebanyak 36 buah. Situs seluas 1,92 hektare ini merupakan kawasan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya dan dijaga oleh petugas dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapat pendampingan dari Mario Andramartik, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat sekaligus Tokoh Penggerak Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan 2017.

Selain mendapatkan penjelasan, siswa juga diajak berdiskusi interaktif serta membuat vlog sebagai bagian dari pembelajaran.
Kegiatan ini membuktikan bahwa outing class bukan sekadar rekreasi, melainkan sarana edukatif yang kaya akan nilai pembelajaran. Mario berharap kegiatan serupa dapat ditiru oleh sekolah lain di Kabupaten Lahat

.Mario juga menyarankan agar pemerintah daerah mendorong kebijakan yang mengutamakan kunjungan edukatif ke objek budaya lokal.

Laporan Wartawan Novita

Exit mobile version