Site icon

Memasuki Minggu Kedua TMMD ke-129 Kodim 0911/Nunukan: Pembangunan Akses Jalan Tani Dikebut, Sasaran Non-Fisik Perkuat Perbatasan

IMG-20260725-WA0103

NUNUKAN — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 T.A. 2026 oleh Kodim 0911/Nunukan kini resmi memasuki minggu kedua. Memasuki fase krusial ini, ritme kerja prajurit Satgas bersama masyarakat lokal semakin dipacu untuk menuntaskan berbagai sasaran, baik fisik maupun non-fisik, yang tersebar di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Langkah tancap gas ini dilakukan demi memastikan seluruh proyek infrastruktur dasar dan program pemberdayaan masyarakat selesai tepat waktu sebelum penutupan kegiatan pertengahan Agustus mendatang.Progress Sasaran Fisik: Buka Keterisolasian dan Perbaiki HunianPada pengerjaan sasaran fisik, konsentrasi utama Satgas TMMD fokus pada percepatan pembukaan dan pengerasan jalan tani sepanjang 3.000 meter (3 km) yang menghubungkan area perkebunan warga dengan jalur utama distribusi.

Pembukaan & Pengerasan Jalan Tani: Pengoperasian alat berat dipadukan dengan aksi gotong-royong warga terus membelah medan berbukit dan semak belukar. Akses yang tadinya berlumpur dan memprihatinkan kini mulai terbentuk. Jalan ini diproyeksikan menjadi urat nadi ekonomi baru guna menekan biaya angkut hasil panen petani lokal. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Progres renovasi rumah warga penerima manfaat telah memasuki tahap pemasangan rangka, dinding, dan atap. Prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu memperbaiki struktur hunian agar layak, aman, dan sehat. Infrastruktur Pendukung: Pembangunan drainase di pinggir jalan dan pembuatan jembatan penghubung sederhana terus dikerjakan guna memastikan aliran air lancar serta mencegah risiko banjir atau erosi.

Sinergi Non-Fisik: Ketahanan Pangan, Kesehatan, hingga PenghijauanTak hanya fokus pada pembangunan semen dan batu, TMMD ke-129 Kodim 0911/Nunukan pada minggu kedua ini mengintensifkan kegiatan non-fisik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga:Aksi Hijau Perbatasan: Satgas TMMD bersama masyarakat, mahasiswa, serta komunitas lokal (seperti Nunukan Trail Community/NTC) menggelar penanaman bibit pohon produktif di kawasan Bukit Bendera hingga aksi penanaman 160 bibit mangrove di wilayah pesisir Sebatik Barat. Aksi ini bertujuan mencegah abrasi, erosi, dan menjaga ketahanan ekologis perbatasan.

Pendampingan Ketahanan Pangan: Personel TNI terjun langsung mendampingi kelompok tani di lapangan. Bimbingan teknis pengolahan lahan serta perawatan tanaman terus diberikan untuk mendorong kemandirian pangan lokal. Penyuluhan Kesehatan & Stunting: Bekerja sama dengan dinas kesehatan dan tenaga medis setempat, digelar pelayanan Posbindu, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga sosialisasi gizi untuk menekan angka stunting bagi balita dan ibu hamil. Sentuhan Humanis & Wawasan Kebangsaan: Di sela-sela kegiatan malam hari, para prajurit yang tinggal di rumah-rumah warga (induk semang) rutin membaur dengan masyarakat, mengajari anak-anak mengaji, hingga memberikan pendampingan belajar.Komitmen Dansatgas TMMD ke-129 Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nunukan selaku Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-129 menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kemanunggalan yang ditunjukkan oleh prajurit dan warga perbatasan.

“Memasuki minggu kedua ini, target pengerjaan fisik maupun non-fisik terus bergerak positif sesuai estimasi waktu. Kunci dari kelancaran TMMD ini adalah semangat gotong royong yang luar biasa dari masyarakat perbatasan. Kami optimistis seluruh sasaran dapat rampung dengan hasil yang kokoh, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga di garis batas NKRI,” tegas Dansatgas.Hingga saat ini, kondisi lapangan terpantau aman dan kondusif.

Kemanunggalan antara TNI, Pemerintah Daerah, komunitas, dan rakyat terus menjadi motor penggerak utama dalam membangun teras depan Indonesia. (*)

Exit mobile version