Site icon

Membantu Bikin Pilu

WhatsApp Image 2023-06-03 at 18.36.16

Oleh : Ummu Hafidz

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan 16 juta perolehan nasabah pada tahun ini (2023). Hal itu dikemukakan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi di Jakarta, Sabtu (27/5/2023). “Tahun ini, harapan kami 16 jutaan, kalau bisa lebih syukur. Tapi paling tidak 16 juta minimal. Karena Pak Presiden di mana-mana sudah menyampaikan di 2024 itu 20 juta nasabah,” ucapnya.

Kendati demikian, PNM tidak hanya memikirkan pencapaian target, namun juga menjaga nasabah agar tetap berkembang usahanya. “Yang jelas kami tetap melanjutkan apa yang menjadi tugas utama kami untuk memperluas akses dan kemudahan masyarakat mendapatkan pembiayan dan pemberdayaan,” tutur Arief.

“Sejalan dengan itu nambah nasabah dan nambah penyaluran. Tapi ada PR kedua, setelah menjadi nasabah, enggak cukup, harus dijaga, dijamin bahwa mereka tetap melanjutkan usahanya dengan baik,” lanjut dia.

Arief menambahkan, selama ini PNM lebih fokus mendanai masyarakat yang membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun juga tidak menutup kemungkinan memperbanyak penyaluran modal ke perusahaan rintisan (startup). “Segmen yang kami layani sekarang adalah ultra mikro. Kalau investasi yang lain tadi yang dimaksud startup itu, kami akan lebih banyak. Kami punya PNM venture capital, jadi bukan di kami, itu di anak (perusahaan) kami akan lebih banyak memanfaatkan proteksi di ekosistem,” jelasnya.

PNM pada tahun ini juga menargetkan penyaluran ke masyarakat sebesar Rp 75 triliun. Namun, menurut Arief, ada perkiraan bakal lebih penyalurannya. “Kami enggak mau terlalu (berekspetasi) tetap Rp 75 triliun. Kelihatannya kalau kayak kondisi begini bisa lebih. Harapannya seperti itu. Tapi kami enggak perlu cepat-cepat revisi. Kita enggak tahu kan volatility, situasi ada dampak global atau enggak,” kata dia, JAKARTA, KOMPAS.com

Alih-Alih Membantu

Bantuan modal yang digulirkan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk UMKM diklaim dapat membantu mengentaskan kemiskinan. Padahal faktanya, UMKM pun menghadapi banyak persoalan untuk dapat bertahan dalam situasi ekonomi yang sulit saat sekarang ini, disebabkan lonjakan harga bahan baku dan tidak stabilnya harga barang- barang di pasar. Solusi ini tidak menyelesaikan akar masalah kemiskinan di Indonesia, yang ada malah menambah ruwet masalah dengan bertambahnya pengeluaran untuk membayar angsuran modal yang di peroleh pelaku UMKM dengan modal pinjaman yang berbunga tiap bulan.

Solusi tambal sulam seperti ini tak akan mampu mengentaskan kemiskinan dengan tuntas, karena faktanya kemiskinan yang terjadi di Indonesia bersifat sistemik. Politik ekonomi bertolak dari pandangan yang mengarah ke bentuk masyarakat yang hendak diwujudkan, saat pandangannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan. Bentuk masyarakat yang hendak diwujudkan harus dijadikan asas untuk memenuhi kebutuhan.

Problematika ekonomi terletak pada distribusi harta dan jasa kepada seluruh individu masyarakat, serta memberi mereka peluang untuk memanfaatkannya dengan memberi kesempatan untuk mendapatkan dan memilikinya.

Solusi Dalam Islam

Islam memiliki mekanisme yang jelas untuk mengentaskan kemiskinan. Di dalam Islam, negara sangat berperan dan sebagai pihak yang memiliki peran sentral untuk menyelesaikannya.

Untuk mengatasi kemiskinan Rasulullah melakukan beberapa cara, di antaranya:
Rasulullah memotivasi seseorang untuk bekerja sesuai keahlian dan kemampuan yang dimilikinya. Rasulullah SAW selalu memberikan motivasi pada sahabat-sahabatnya yang terjebak dalam kemiskinan untuk selalu giat bekerja dengan mengharamkan riba. Perlu diingat, Rasulullah SAW sangat melarang umat Islam menerapkan praktik riba.

Hal ini karena praktik riba dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, membuat orang miskin semakin miskin, membuat orang kaya makin kaya, serta merugikan masyarakat kecil.

Selain itu, cara mengatasi kemiskinan juga dengan memanfaatkan Baitul Mal dengan sebaik-baiknya, yang bersumber dari harta fa’i, jizyah, kharaj, rikaz, dan zakat. Uang negara ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan.

Negara menjamin biaya hidup bagi orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan, atau tidak ada orang yang wajib menanggung nafkahnya, serta negara wajib menanggung orang lanjut usia dan orang-orang cacat. Negara selalu berusaha memutar harta di antara rakyat dan mencegah adanya peredaran harta pada kelompok tertentu. Dengan ini, penerapan Islam kaffah adalah suatu keniscayaan.

Wallahua’lam bishowab.

Exit mobile version