Site icon

Mengapa Muslim Uighur Tak Kunjung Usai?

WhatsApp Image 2021-11-06 at 21.36.11

Oleh : Sutiani, A Md (Aktivis Muslimah)

Helaan napas umat muslim seakan tertimbun lumpur khususnya di Uighur berbagai info media yang didapatkan yaitu larangan ibadah. Seperti memakai jilbab, salat, pemaksaan pemurtadan, memakan makanan yang haram, dan berbagai siksa lainnya melalui kamp-kamp di perkampungan. Para suami ditawan dan istri diculik untuk dijadikan pelecehan seksual seolah kebebasan beragama itu tidak ada lagi bagi kaum muslim begitu durjana perilaku mereka melebihi binatang ternak.

Kemana HAM? HAM diperuntukkan kepada segelintiran penguasa kapitalisme yaitu yang memiliki banyak modal dan bisa menguasai beberapa negeri. Contohnya termasuk Indonesia yang memiliki banyak ikatan kerja sama dengan China belum lagi soal utang diiringi ribawi setinggi langit. Otomatis Indonesia tidak bisa berkutik apa pun seperti boneka yang dimainkan penguasa atas kondisi muslim di Uighur. Lantas, siapakah yang bisa menolong kaum muslim?

Uighur adalah etnis minoritas di China yang secara kultural merasa lebih dekat terhadap bangsa Turk di Asia Tengah, ketimbang mayoritas bangsa Han. (kompas.com, 10/04/2017).

Rintihan tangisan membasahi bumi saudara seiman yang tak pernah bebas dengan keislamannya saat Indonesia bergandeng tangan dengan China menggelar karpet merah terhadap turis khususnya pada saat pandemi Covid -19, dan mempekerjakan tenaga China. Bagaimana nasib di negeri ini padahal banyak penduduk pengangguran disaat itulah penguasa hanya mementingkan para kapital sesuai data berikut ini.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan China merupakan negara kedua yang paling banyak menanamkan investasinya di Indonesia per kuartal I 2020.

Jumlah investasi China di Indonesia per kuartal I 2020 tercatat sebesar US$1,28 miliar. Nilai investasi itu digunakan untuk membangun sebanyak 650 proyek. (cnnindonesia.com, 02/07/2020)

Sangat jauh berbeda ketika Islam sebelumnya pernah berjaya. Khilafah sebagai perisai umat, meriayah dan pelindung seluruh umat muslim di seluruh dunia. Maka dalam ini butuhnya persatuan umat islam dalam nanungan Khilafah. Maka teruslah berprogres dari sekarang kita bersama sama untuk berjuang menegakkan Khilafah Islamiyyah. Sesuai hadist yang sebutkan oleh Rasululah SAW: ”Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam” (HR. Imam Ahmad).

Contohnya dalam hal menjaga kehormatan wanita. Pada masa kepemimpinan Khilafah seorang perempuan ke pasar dan jilbabnya tersingkap diganggu oleh preman pasar seorang kafir. Maka berita tersebut terdengar oleh Khalifah dan langsung dinyatakan untuk melakukan perang.

Dr. Clarke mengatakan kita menghadapi negara paling kuat di dunia. Ia adalah ahli pakar dari Universitas Nasional Australia. Kekuatan ekonomi Cina yang kuat menjadi salah satu alasan untuk takut sehingga membiarkan umat muslim ke dalam penjajahan kafir yaitu politik komunitas Muslim. Ucap beliau kepada ABC. (tempo.com, 24/12/2018).

Negara paling kuat di dunia pun Inshaa Allah akan kalah atas janji Allah kelak yang akan menghapus air mata kaum muslim dan bebas menjalankan syariat Nya maka untuk sementara ini totalitas menyampaikan kebenaran kepada umat islam bahwa Islamlah satu satunya solusi dari masalah sekarang ini.

Perumpamaan Umat Islam sebagaimana digambarkan Rasulullah saw. bagaikan satu tubuh. Hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir berbunyi:

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Dalam hadis sahih juga ditegaskan, “Sesungguhnya perumpaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana bangunan kukuh, yang saling menguatkan satu dengan lainnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tidak hanya muslim di Uighur, Suriah, Palestina dan muslim lainnya tangisan darah pun tiada henti. Betapa tragisnya yang dilakukan kafir penjajah terhadap saudara kita, rasanya ingin terbang membantu mereka. Namun apa daya sebagai manusia biasa hanya dari lisan berusaha dakwah dan senantiasa munahajah kepada Allah SWT Semoga ini bisa berakhir, aamiin!

Wallahualam bissawab.

Exit mobile version