Site icon

Mengenyahkan Israel dari Palestina, Butuh Solusi Islam

WhatsApp Image 2023-04-04 at 21.14.05

Oleh : Desi Anggraini,Pendidik Palembang

Keikutsertaan Tim Nasional (Timnas) Israel di Piala Dunia U-20 di Indonesia mendapatkan penolakan keras dari berbagai unsur masyarakat. Sejumlah kepala daerah, organisasi masyarakat hingga organisasi keagamaan menyatakan menolak kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di enam provinsi, meliputi DKI Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Penolakan mereka merujuk pada berbagai alasan yang utamanya bersumber dari pendudukan Israel di Palestina dan komitmen Indonesia mendukung kemerdekaan setiap bangsa sebagaimana diatur konstitusi. Menanggapi gelombang penolakan ini, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak tidak mencampur aduk olah raga dan politik.

Ia meminta semua pihak melihat secara jernih persoalan ini. Ia menekankan lagi Indonesia tak menggugurkan sikap dan pemikirannya memperjuangkan hak kedaulatan negara Palestina meski menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang dihadiri Israel, (CNN Indonesia, Sabtu, 25/03/2023).

Tindakan masyarakat Indonesia menolak Timnas Israel patut diacungi jempol. Namun, sebaiknya, dukungan terhadap Palestina tidak berhenti sebatas aksi solidaritas. Hendaknya dukungan terhadap Palestina bersifat riil untuk menghentikan penjajahan Israel atas bumi Palestina.

Israel, dalam sejarahnya, adalah bangsa yang ditolak di mana pun ia berada karena selalu berbuat kerusakan. Dahulu, kaum Yahudi ditolak di Eropa hingga mereka diusir dari benua biru tersebut dalam kondisi yang mengenaskan. Kaum Yahudi lantas menuju wilayah Palestina dan diterima dengan baik, bahkan diizinkan tinggal di Palestina.

Namun, ibarat air susu dibalas air tuba, kebaikan kaum muslim Palestina malah dibalas dengan pengkhianatan dan kejahatan oleh Israel. Mereka menduduki bumi Palestina, membunuh dan mengusir penduduknya, membombardir fasilitas umum, seperti rumah sakit dan sekolah, dan aneka kejahatan lainnya yang kekejamannya tidak terperikan.

Oleh karenanya, sikap kita terhadap kejahatan Israel tidak cukup dengan menolak timnas mereka di Indonesia, melainkan juga menolak eksistensi Israel di Palestina. Israel harus hengkang dari tanah Palestina.

Mengenyahkan Israel dari Palestina tidak cukup dengan diplomasi dan solidaritas. Butuh tindakan riil untuk mengusir Yahudi, yakni dengan pengiriman tentara untuk mengusir Israel. Namun, umat Islam akan berhasil menghentikan penjajahan Israel jika seluruh tentara umat Islam dari berbagai penjuru negeri bersatu melawan Israel.

Persatuan umat ini wajar diwujudkan untuk melampaui kekuatan Israel yang mendapatkan dukungan dari AS. Dengan adanya seruan jihad akbar oleh Khalifah pada seluruh tentara, persekutuan AS dengan Israel tidak akan mampu bertahan.

Namun, hanya Khilafah yang bisa mengumandangkan seruan jihad akbar ini sebab hanya Khilafah yang punya pandangan ideologis bahwa setiap penjajahan harus dihilangkan, apalagi penjajahan terhadap umat Islam.

Selain itu, Khilafah satu-satunya yang mampu menggerakkan tentara muslim sedunia untuk mengusir Israel dari Bumi Palestina yang mulia. Ini karena Khilafah adalah junnah (perisai) yang melindungi umat Islam. Sabda Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Ia akan dijadikan perisai yang orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sepanjang rentang peradaban Islam, Khilafah telah membebaskan Palestina. Pembebasan tersebut terjadi sejak masa Khalifah Umar bin Khaththab hingga Kekhalifahan Utsmaniyah. Selama itu, bumi Palestina senantiasa damai. Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version