Site icon

Mentoring Spesialis Perkuat Kompetensi FPKTP Tangani Kasus Dyspepsia

WhatsApp Image 2026-06-04 at 21.50.39

Kliksumatera.com, PALEMBANG– Sebanyak 160 fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FPKTP) mengikuti kegiatan Mentoring Spesialis bertema “Tatalaksana Pemeriksaan USG pada Kasus Dyspepsia” yang digelar oleh BPJS Kesehatan Cabang Palembang pada 3 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat kemampuan tenaga medis dalam menangani kasus lebih dini tanpa harus langsung merujuk pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjutan (FPKTL).

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 60 FPKTP secara luring dan 100 FPKTP secara daring. Peserta terdiri atas tenaga medis dari Puskesmas, Klinik Pratama hingga Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD).

Melalui kegiatan ini, tenaga medis mendapatkan pendampingan langsung dari dokter spesialis terkait pemanfaatan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada penanganan kasus dyspepsia agar pemeriksaan dilakukan secara tepat indikasi dan sesuai standar pelayanan medis.

Dyspepsia sendiri merupakan kumpulan keluhan pada saluran cerna bagian atas yang sering dikenal masyarakat sebagai gangguan lambung atau sakit maag. Gejalanya dapat berupa nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, perut terasa penuh lebih cepat, mual, kembung, hingga sensasi terbakar di dada atau perut atas. Meski umum terjadi, penanganan yang kurang tepat dapat membuat pasien menjalani pemeriksaan atau rujukan yang sebenarnya masih dapat ditangani di FPKTP.

Dalam sesi mentoring, dr Hafizzanovian SpPD menekankan bahwa penggunaan USG pada kasus Dyspepsia bukan ditujukan untuk memperluas pemeriksaan ataupun kepentingan administrasi klaim, melainkan sebagai alat bantu klinis agar dokter dapat menegakkan diagnosa secara lebih akurat dan menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi pasien. “Pendekatan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan klinis tenaga medis di FPKTP sehingga keputusan penanganan menjadi lebih tepat. Dengan pemanfaatan USG yang sesuai indikasi, kasus dapat dipetakan lebih baik dan pasien yang masih dapat ditangani di tingkat pertama tidak perlu langsung dirujuk,” ungkapnya dalam sesi mentoring.

Selain memahami kapan pemeriksaan USG diperlukan, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai interpretasi hasil pemeriksaan dan kaitannya dengan penatalaksanaan pasien Dyspepsia. “Harapannya transfer pengetahuan dari dokter spesialis kepada tenaga medis di FPKTP dapat memperkuat kepercayaan diri tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis berbasis indikasi medis,” ungkap Edy Surlis, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang.

Dari sisi pelayanan publik, penguatan kompetensi ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Peserta dapat memperoleh layanan yang lebih cepat dan tepat di FPKTP, tanpa harus menempuh proses rujukan apabila kondisi masih dapat ditangani di FPKTP.

Kegiatan mentoring spesialis menjadi salah satu langkah penguatan mutu layanan yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga medis. Dengan diagnosa yang semakin akurat dan penanganan yang lebih optimal di FPKTP, kualitas layanan kesehatan bagi peserta JKN diharapkan terus meningkat sekaligus mendukung pelayanan yang efektif dan berkesinambungan.

Sumber : Ril

Posting  : Imam Gazali

Exit mobile version