kliksumatera.com -LAHAT Bumi Seganti Setungguan merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam. Karena itulah, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani. Hasil alamnya melimpah, terutama padi dan kopi, hingga wilayah ini dijuluki sebagai lumbung berasnya Kabupaten Lahat, khususnya di kawasan Perangai atau Merapi Selatan.
Merapi Selatan saat ini terdiri dari sembilan desa yang membentang dari Desa Padang hingga Desa Perangai. Namun, julukan “lumbung beras” itu perlahan kehilangan makna. Keserakahan manusia telah mengubah wajah alam. Perut bumi dirobek tanpa ampun demi mengeruk “mutiara hitam, belum lagi perambahan hutan lindung sehingga hampir berapa bulan Gajah diungsikan walau kini kembali lagi ke habitatnya.
Miris rasanya, tak jarang air mata jatuh dengan sendirinya ketika menyaksikan kubangan-kubangan raksasa menganga. Sawah-sawah yang dulu teraliri air jernih, tempat burung-burung bernyanyi di pagi hari, kini semakin jarang terdengar kicauannya. Yang ada justru jeritan mesin dan raungan trailer lalu-lalang mengangkut batu bara.
Dulu, jalanan di kawasan ini sejuk dengan hembusan angin yang menenangkan. Kini, yang kita hirup adalah debu yang beterbangan. Meski belum separah daerah lain, dari Gerbang Timur Kota Taqwa, mulai dari Lebuai Bandung hingga Muara Temiang Merapi Barat debu sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Sang “raja jalanan” melintas dengan gagah, membawa muatan mutiara hitam,
Terkadang jatuh satu per satu di jalanan. Lebih menyedihkan lagi, mereka seakan tak peduli, seolah-olah jalan ini hanya miliknya, sementara yang lain hanyalah “pengontrak dunia”. Akibatnya, nyawa manusia pun kerap terenggut tanpa ampun.
Kondisi ini tentu menyedot perhatian berbagai kalangan, termasuk para NGO atau LSM—bukan “lokak saro mundur, lokak lemak maju yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat”. Menjelang akhir tahun 2025, keganasan sang raja jalanan mencapai puncaknya. Kendaraan berat yang melaju tanpa aturan, menerobos tanpa ampun, akhirnya merobohkan Jembatan Muara Lawai di wilayah Merapi Timur.
Sebuah peristiwa tragis yang luar biasa sadis, menjadi simbol betapa rapuhnya keselamatan ketika keserakahan dibiarkan berkuasa.
Merapi yang dulu penuh kasih dan kehidupan, kini kian malang oleh tangan manusia sendiri. Harapannya 1 Januari jalan Hauling ngak lagi sikut semua jalan. Ngak lagi menimbulkan kemacetan parah, Amin Ya Allah.
Kota Raya Sejuta Cerita ditemani secangkir kopi 15 Januari 2026
With Love
Novita

