Site icon

Minyak Goreng Langka, Rizal Ramli: Manajemen Berkelimpahan Aja Ndak Bisa, Apalagi Manajemen Kelangkaan

WhatsApp Image 2022-02-07 at 07.56.49

Kliksumatera.com, JAKARTA- Majalah Tempo akan menurunkan laporan utama dengan judul “Salah Urus Minyak Goreng” pada edisi Senin (7/2) besok (hari ini, red). Dalam taicing-nya dituliskan “Pemerintah pontang-panting menahan lonjakan harga minyak goreng. Akibat ulah sendiri menyubsidi biodiesel”.

Kemudian ditulis, “pemerintah kelimpungan meredam harga minyak goreng akibat gejolak harga sawit dunia yang tak terkendali. Strategi kebijakan satu harga, subsidi dana sawit, juga minyak murah tak kunjung bisa membuat harga minyak goreng turun dan pasokan lancar. Disemprit urusan subsidi, Kementerian Perdagangan mengeluarkan jurus ketiga: membatasi harga bahan baku dan izin ekspor. Akibat murah hati kepada baron sawit”.

Laporan utama ini setidaknya menarik bagi ekonom senior Rizal Ramli. Karena itu, mantan Menko Perekonomian itu membagikannnya dalam Instagram-nya, rizalramli.official, yang diunggah pada Minggu (6/2).

Di bawah judul laporan utama tersebut, Rizal Ramli menulis bahwa manajemen saat berkelimpahan saja tidak bisa dilakukan, apalagi manajemen saat kelangkaan (scarcity), saat kelangkaan minyak seperti saat ini.

“Manajemen berkelimpahan (abudance) aja ndak bisa, apalagi manajemen kelangkaan (scarcity),” tulis Bang RR – sapaan Rizal Ramli.

Menurut mantan Kepala Bulog tersebut, selain tanggung jawab Menteri Perdagangan, kelangkaan minyak merupakan tanggung jawab Menko Perekonomian. “Selain tanggung jawab langsung Menteri Perdagangan, ini adalah tanggung jawab Menko Perekonomian. Kemana ya? Apa lagi sibuk masang baliho. Ntar diturunin Kang Dudung lho,” ujarnya setengah bercanda.

@Kang Adjie misalnya menulis, “Sabar roda berputan…berharap 2024 ada pemimpin yang amanah lebih baik”.

“Anomali zaman ini. tidak jauh dari rumah kebun sawit terhampar amat luas. tentu kalah luas bila kita kunjungi sumatra atau daerah lain. tapi sudah berkali2 mau beli minyak di toko ritel jawabannya tetap sama. masih menunggu kiriman. inilah prestasi rez…,” tulis Yahya Shi.

Kemudian lain lagi dengan Instagram Radie Shate. Dia menulis, “Negara RI yg berdaulat, namun mash takluk kpd pengusaha, hingga rakyat dijadikan ladang bisnis, begitukah cara mengelola sebuah Negara RI yg besar,” ujarnya.

Terakhir, Kaiman Turnip menulis kontroversi pengelolaan sumber daya alam Indonesia. “Kita punya kebun sawit minyak goreng mahal. Kita punya kilang minyak BBM melambung. Kita punya Kartu Kerja Pengangguran Tinggi. Kita buka lapangan kerj tapi yg kerja Cina. Aduh aduh aduh aduh aduh,” tulisnya.

Sumber : Indonews.id/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version