Site icon

Miris, PSEL Pun Bergantung Asing?

WhatsApp Image 2021-09-12 at 05.03.30

Oleh: Diana Wijayanti

Sungguh tidak habis pikir dengan negeri ini, Institut Teknologi punya, orang pintar dan intelektual ada, sumber daya alam (SDA) tersedia namun mengatasi sampah saja tak berdaya. Swasta bahkan swasta asing pun digandengnya.

Sebagaimana yang terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sebagai satu dari 12 kota yang menjadi target pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). PT Indo Green Power, China adalah pihak ketiga yang didaulat sebagai investor. Rencana pembangunan PSEL ini di Kawasan Keramasan seluas 22 hektare itu ditaksir menelan investasi sekitar Rp 1,8 triliun.

Kita bisa bayangkan jika 12 kota dibangun PSEL, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk itu?

Bukankah semua orang tahu, bahwa swasta pasti berorientasi profit alias mencari untung, pastinya bukan untuk melayani masyarakat. Bahayanya lagi, negara asing ini semakin mencengkramkan penjajahannya lewat proyek investasi yang sarat dengan padat modal dan teknologi. Kedaulatan negeri akan tergadai dengan sistem pembiayaan kredit yang mereka tawarkan.

Sungguh ketidakcakapan penguasa yang lahir dari sistem demokrasi ditambah sistem ekonomi Kapitalismelah yang melahirkan kehancuran negeri ini. SDA dieksploitasi, penduduk dijadikan pasar produk negara besar dan bangsanya dijerat utang ribawi.

Alangkah mirisnya melihat semua kerusakan terus terjadi, tidakkah publik berpikir untuk melakukan perubahan. Perubahan hakiki yang membuat negeri ini bebas dan merdeka dari neoimperialime negara besar.

Sungguh hanya Islam yang mampu membebaskan negeri ini menjadi negara berdaulat mandiri, adil, sejahtera dan aman sentosa dalam keberkahan illahi.

Masalah pengolahan sampah sudah semestinya ditangani pemerintah secara mandiri dengan memberdayakan anak bangsa dari Institut Teknologi negeri ini. Tidak perlu mengundang pihak ketiga yang notabene negeri yang memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Proyek-proyek strategis berbasis kerjasama dengan swasta telah terbukti menjadi ajang korupsi dan merugikan negara. Sebagaimana proyek LRT Palembang, ataupun proyek Tol terbukti gagal, utang membengkak dan mangkrak. Kesalahan kebijakan membuat negeri ini makin bangkrut.

Pemikiran mendasar perlu dimiliki oleh seluruh komponen bangsa agar perubahan mendasar dan menyeluruh bisa diwujudkan dengan kembali pada Islam secara kaffah. Karena Islamlah yang telah mampu mengubah bangsa Arab yang jahiliyah menjadi bangsa besar adidaya dunia, mampu menaklukkan imperium Persia dan Romawi. Inilah yang kita butuhkan saat ini. Wallahua’lam bishshawab.

Exit mobile version