Site icon

Moderasi Beragama Indonesia Mendunia, Benarkah Kunci Kemajuan Dunia?

WhatsApp Image 2023-05-23 at 17.44.15

Oleh : Ambuk Biru

Praktik-praktik baik dalam moderasi beragama di Indonesia menjadi contoh dan bahasan di Forum Lintas Agama G20 tahun 2023. Lewat memperkenalkan praktik-praktik baik itu sekaligus mendesak pesan moral supaya kemajuan ekonomi tak melupakan nilai kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.

Di Forum Lintas Agama G20 Tahun 2023 di New Delhi, India, Ahli Utama Kantor Staf Presiden Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan bahwa ketangguhan sosial di Indonesia terbentuk dari moderasi beragama. ”Moderasi beragama di Indonesia dinilai (sebagai) modalitas yang sangat besar pengaruhnya. Jadi, Indonesia dinilai bisa mendesakkan pesan-pesan moral ke G20 agar kemajuan ekonomi tidak mendegradasi kemanusiaan seperti (kasus-kasus) human traficking (perdagangan orang) dan (kerusakan) lingkungan,” ujar Ruhaini dari New Delhi kepada Kompas, Kamis (11/5/2023).

Forum Lintas Agama G20 tahun 2023 ini berlangsung 8-10 Mei di Rumah Ibadah Baha’i, New Delhi. Forum ini juga berkonsentrasi pada tema Presidensi G20 India: Satu Bumi, Satu Keluarga, dan Satu Masa Depan. KTT G20 di India akan diselenggarakan September mendatang.

Ruhaini mengatakan, salah satu pendekatan yang dibangun oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Leimena Institut adalah literasi beragama. Di sini, pemahaman mengenai agama lain berikut tradisinya dibagikan. Dengan demikian, seorang warga bisa tetap menganut agamanya dengan baik, tetapi mengetahui tradisi agama lain.

Dialog juga dibangun. Diskusi dan tanya jawab untuk lebih mengetahui tradisi agama lain juga menjadi salah satu cara untuk melahirkan saling menghargai, selain saling memahami dan saling percaya. Ini yang menjadi modal dan membuat bangsa Indonesia diyakini mampu berkolaborasi dengan baik.

Indonesia menganggap moderator beragama merupakan penguat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan antiradikalisme. Indonesia memasarkan moderasi beragama sebagai solusi atas problem masyarakat di tengah problem kemiskinan, pengangguran, kerusakan moral, hutang negara yang terus bertambah, mahalnya harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan berbagai problem lainnya. Seolah-olah persoalan bangsa ini karena radikalisme, intoleransi, dan merosotnya nilai-nilai kebangsaan. Sedangkan Demokrasi kapitalisme yang lahir dari paham Sekulerisme dimana agama dipisahkan dari kehidupan yang menjadi pangkal dari kerusakan justru tidak pernah dipandang sebagai persoalan.

Moderasi beragama dianggap berperan penting dalam kemajuan dunia. Sejatinya moderasi beragama justru menjauhkan umat dari agamanya, karena moderasi beragama ini lebih banyak ditujukan kepada agama Islam yang menuju pada pengarusan moderasi Islam yang pada akhirnya akan melahirkan Islam moderat yang dapat menimbulkan persoalan baru yang membahayakan umat. Karena Islam moderat bukanlah Islam yang sebenarnya melainkan merupakan hasil rekayasa saja agar sesuai dengan kepentingan barat yang mengatasnamakan perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Moderasi Islam ini sangat membahayakan umat dari sisi Aqidah Islam, karena Islam menjadikan akidah Islam sebagai asas dan menjadikan umat paham akan agamanya serta mengamalkan dengan penuh kesadaran dalam penjagaan negara.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadist riwayat Muslim :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Artinya: “Jika di antara kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak cukup kuat untuk melakukannya, maka gunakanlah lisan, namun jika kamu masih tidak cukup kuat, maka ingkarilah dengan hatimu karena itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

Hadist ini mewajibkan perubahan atas kemungkaran. Artinya tidak ada yang boleh membiarkan atau melestarikan kemungkaran. Ini membuktikan bahwa islam menjaga rakyat dan negaranya.

Negara dalam Islam memiliki kewajiban untuk menerapkan Islam secara kaffah. Karena Islam yang sesungguhnya adalah Islam kaffah.

Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 208 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Makna ayat tersebut adalah Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya, hendaknya mereka berpegang kepada tali islam dan semua syariatnya serta mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya dengan segala kemampuan yang ada pada mereka.

Selain dari itu juga negara dalam Islam wajib mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Karena islam adalah rahmatan lil’alamin dimana hal tersebut hanya bisa terwujud dengan penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah. Wallahualam bishawab.

Exit mobile version