Site icon

Musrenbang 2023 ini, Bupati Muratara Sebut Musrenbang Terakhir

WhatsApp Image 2023-03-23 at 09.04.51

Kliksumatera.com, MURATARA- Bupati Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel ) H Devi Suhartoni mengatakan bahwa musrenbang yang digelar Selasa (21/3/23) adalah musrenbang terakhir sampai tahun 2024 mendatang.

Musrenbang tersebut digelar di Halaman Kantor Bupati Musirawas Utara (Muratara) yang dihadiri Bupati Muratara H Devi Suhartoni, Wakil Bupati Muratara H Inayatullah, Wakil Ketua DPRD Muratara Sukri Alkap beserta anggota DPRD lainnya, Kapolres Muratara, Ketua KPU Muratara, Dandim 0406, Bank Sumselbabel, Ketua Penggerak PKK, Camat se-Kabupaten Muratara, Kades se-Kabupaten Muratara, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para undangan. ”Musrenbang ini akan dijalankan tahun 2024, dan musrenbang tahun 2024 akan dijalankan oleh pemerintahan baru pada pemilihan serentak tahun 2024 nanti. Selama dua tahun ini kami menjabat, kami fokus kepada infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perekonomian masyarakat guna mengurangi angka pengangguran. Alhamdulillah sebagian sudah tercapai dengan baik dan Insya Allah akan terus dijalankan hingga 31 Desember 2024,” jelas Bupati.

Dalam menjalankan pembangunan selama ini, secara gamblang Bupati Muratara mengatakan ada 3 kendala besar. ”Yang pertama, adanya pemotongan anggaran karena hampir semua daerah mengalami hal yang sama yaitu TKDB-nya dikurangi secara nasional karena Pandemi Covid-19. Kedua, kami harus menyelesaikan utang tahun 2020 sebanyak Rp 199 miliar lebih, dan yang ke-3 untuk menyelesaikan RPJMD tersebut masa jabatan kami hanya tiga tahun tujuh bulan. Yang seharusnya selesai tahun 2026 sementara kami harus selesai 2024. Tapi Insya Allah di sisa jabatan ini kami tetap fokus pada skala prioritas dan super prioritas yaitu pembangunan jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, mengurangi pengangguran, dan mendorong income daerah bertambah,” papar Bupati.

Di sisi lain, Pemkab Muratara selama ini juga menemui kendala karena adanya tumpang tindih aturan.

”Namun Alhamdulillah berkat konektivitas pembangunan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel, maka semua kendala itu dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga selama dua tahun bersinergi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, maka kita bisa menyelesaikan konektivitas jalan, alhamdulillah 90% selesai,” tandasnya. (Adv/Kominfo/Jun)

Exit mobile version