Site icon

One Piece dan Cermin Ketidakadilan di Negeri Kapitalis, Kemerdekaan Hanya Milik Kelompok Elit

WhatsApp Image 2025-08-13 at 07.51.36

Oleh: Titin Agustina

Media massa ramai membahas tentang  pengibaran bendera bajak laut yang bernama  One Piece yang berlambangkan tengkorak khas bajak laut versi film animasi jepang yang sempat virat pada 4 Maret tahun 2000.

Banyak yang berpendapat, bahwa bendera one Piece itu hanya bentuk kreativitas generasi muda dalam meluapkan isi hati mereka dengan melihat keadaan negeri kita yang sama persis dengan film animasi one Piece tersebut.

Namun di sisi lain pemerintah berpendapat itu sebagai bentuk penghinaan terhadap lambang negara, kesatuan dan keutuhan negeri ini.

Sehingga pemerintah memberikan peringatan keras dan sangsi kepada siapapun yang dengan sengaja mengibarkan bendera one piece di jalan umum. Dan ini menjadi ancaman bagi  keutuhan negara  yang telah memasuki usia ke 80 tahun.

Menurut Dasco, pengibaran bendera berlambang tengkorak itu diduga sebagai gerakan pemberontakan yang bertujuan untuk menghancurkan harkat dan martabat negeri ini.

Dan beliau juga mendapat masukan dari intelejen bahwa itu adalah upaya untuk memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa ini. Dilansir dari Kompas.com, Kamis (31/7/2025).

Kreativitas kaum Gen Z memang tidak  bisa di ragukan, walaupun kaum Gen Z itu lebih dekat dengan media sosial dari pada lingkungan yang ada di sekitar mereka, namun bukan berarti mereka tidak memperhatikan isu – isu terkait tentang lingkungan dan sosial yang sekarang terjadi.

Sejarah singkat film animasi one piece menggambarkan tentang perjuangan seorang anak kecil Luffy yang ingin merdeka, namun melihat lingkungan sekitarnya penuh dengan korupsi, lingkungan yang rusak oleh kerakusan pemilik kekuasaan atau oligarki, rasisme, perbudakan manusia, narkoba, permainan politik untuk meraih kekayaan, dan juga pandemi.

Dan keadaan cerita itu sama persis yang di alami negeri ini. Sehingga munculah bendera one piece tersebut sebagai lambang dari kekecewaan dan rasa simpati dari kaum generasi sekarang. Pertanyaan ya, apa yang terjadi dengan negeri ini sehingga kerusakan ya sangat parah, sistematis, dan terstruktur?

Ya, jawabnya karena sistem yang di terapkan saat ini adalah sistem kapitalisme yang melahirkan kesenjangan sosial yang tajam dan kebijakan yang di buat hanya mementingkan kepentingan kaum elit politik bukan untuk kepentingan masyarakat.

Penerapan sistem kapitalisme melahirkan kebijakan yang hanya berpihak kepada kelompok elit misalnya, penguasaan lahan dan eksploitasi  sumber daya alam atas nama pembagunan negara seperti sungai, hutan lindung, laut dan yang terakhir yang menghebohkan yakni cagar alam dunia yang dikenal keindahannya yaitu raja empat juga tak luput menjadi korban dari kerakusan para pemilik elit kekuasaan untuk mengambil nikel yang ada di sana sehingga raja empat pun menjadi rusak.

Di berbagai kota besar juga banyak terdapat pabrik – pabrik yang mengelola barang tambang, dan limbahnya banyak yang mencemari sungai ,laut bahkan asap dari pembakaran tersebut sangat menganggu kesehatan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Penyakit ISPA, iritasi kulit, pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem dan hilangnya mata pencaharian masyarakat menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat yang tinggal di dekat pabrik pembuangan limbah berbahaya.

Alhasil dampak dari kerakusan para penguasa dan oligarki dalam  bekerja sama untuk mencari keuntungan dan menyampingkan kemaslahatan masyarakat terjadi secara nyata di hadapan kita.

Keserakahan para pemilik modal atau oligarki juga mendapat izin dari para penguasa negeri ini, seperti emas, perak, nikel, migas dan batu bara dan sebagainya bisa mereka kuasai dengan leluasa dan mereka pun dapat  berlindung di balik kata ” investasi “.

Kepemilikan sumber daya alam dalam sistem kapitalisme liberalisme dapat dikuasai individu maupun swasta tanpa batas.

Sistem demokrasi menjamin kebebasan yang salah satunya, kebebasan kepemilikan dimana sumber daya alam dapat di keruk sesuai dengan kepentingan pemilik kelompok elit, sehingga terjadilah ketimpangan ekonomi yang sangat tajam.

Semestinya sumber daya alam bisa di kelola oleh negara kemudian kemanfaatannya bisa di rasakan oleh masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan namun itu mustahil terjadi dalam sistem hari ini.

Keistimewaan yang diberikan oleh penguasa untuk kelompok elit terlihat dari lahirnya UU Cipta Kerja dan UU Minerba yang lebih menguntungkan pihak oligarki misalnya dalam sektor pertambangan, dimana dalam undang-undang Minerba para oligarki dibebaskan atau tidak di wajibkan untuk membayar pajak ke pada negara.

Penegak hukum juga bertindak tidak adil dalam menentukan hukum di negeri ini, misalnya terdakwa korupsi senilai 271 triliun hanya di hukum dengan hukuman 6,5 tahun. Sedangkan yang mencuri kayu di hutan, diberi hukuman minimal 1 tahun atau maksimal 5 tahun penjara oleh negara.

Dengan sedikit gambaran di atas menjelaskan kepada kita bahwa hukum bisa dijual belikan dan hukum terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Dan kesadaran umat akan ketidakadilan ini tidak boleh berhenti pada bendera one Piece saja, namun harus pada perubahan yang hakiki dan menyeluruh.

Islam hadir sebagai penutup dari segala agama.

Islam pun hadir di tengah-tengah umat bukan hanya sebagai ajaran spiritual saja, namun Islam datang dengan seperangkat aturan bagi seluruh manusia.

Dan di dalam Islam juga ada sebuah sistem negara yang bernama sistem khilafah, yang pemimpin yah  bernama Khalifah.

Sistem ini pernah berdiri selama 1300 tahun lamanya dan sudah menorehkan tinta emasnya pada peradaban yang gemilang.

Rasulullah SAW pada saat itu sebagai pemimpin (Khalifah) pernah membuat perubahan dari masyarakat yang jahiliah menjadi  masyarakat yang menjadikan Islam sebagai landasan hidup dan syariat menjadi tolak ukurnya.

Dan semua aturan penyembahan berhala beralih ke penyembahan Allah SWT.

Allah SWT juga yang mengatur manusia baik dalam hal ibadah, akhlak, pakaian, muamalah, maupun sanksi sebagaimana firman Allah SWT: “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.Dia menerangkan yang sebenarnya dan dia pemberi keputusan yang paling baik”. (QS.Al -An’am 57).

Masyarakat dan termasuk pemimpin di dalam Islam yaitu Khalifah juga tidak di berikan ruang untuk membuat hukum sendiri dalam mengatur kehidupan.

Karena kedaulatan tertinggi itu ada di tangan Syari’at.

Sehingga Allah SWT yang hanya boleh mengatur seluruh manusia baik muslim maupun nonmuslim.

Karena Allah SWT yang menciptakan manusia dan seisi alam semesta sehingga aturan itu pasti baik dan adil.

Ketika aturan hanya dari sang maha pencipta. Maka manusia terbebas dari penghambaan terhadap manusia.  Aturan yang berasal dari Al Qur’an dan hadits akan menutup celah kezaliman, ketidakadilan, dan penindasan yang di sebabkan oleh segelintir golongan demi meraup keuntungan semata.

 

Keadilan di dalam Islam tidak perlu diragukan. Sebagaimana sebuah peristiwa ketika Ali bin Abi Thalib yang kehilangan baju besinya yang terjatuh dari kuda pada saat malam hari.

Pada saat itu diambil oleh seorang Yahudi yang mau menjual baju besinya di pasar. Kemudian Ali bin Abi Thalib terkejut melihat baju besinya ada di tangan Yahudi.

Ali bin Abi Thalib pun berkata kepada Yahudi bahwa itu adalah baju besinya yang hilang. Namun Yahudi itu tetap bersikeras bahwa itu adalah miliknya.

Sehingga Ali bin Abi Thalib dan Yahudi itu menyelesaikan permasalahannya ke meja pengadilan hukum.

Ketika di pengadilan, hakim meminta 2 saksi yang bisa menguatkan peristiwa itu. Namun sayangnya, Ali bin Abi Thalib hanya bisa menghadirkan 1 orang budaknya bernama Qunbur dan Hasan anaknya sebagai saksi yang ke-2.

Namun saksi seorang anak kecil tidak bisa diterima di pengadilan hukum.

Walaupun Ali bin Abi Thalib pada saat itu seorang Khalifah namun hukum tidak bisa diubah. Akhirnya sang Khalifah Ali bin Abi Thalib pun merelakan baju besinya kepada Yahudi.

Namun sisi lain Yahudi  itu mengakui akan kesalahannya dalam mengambil baju besi milik Ali bin Abi Thalib dan dia juga sangat takjub dengan keadilan yang ada di dalam Islam sehingga membuat Yahudi tergerak hatinya untuk masuk Islam dan mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Ali bin Abi Thalib. Masya Allah.

Keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran yang nyata hanya akan terwujud dalam  sistem Islam warisan Rasulullah SAW dan sistem yang berasal dari sang illahi. Marilah kita pelajari Islam secara Kaffah agar terwujudlah Islam yang rahmatan lil alamin di tengah-tengah umat. Wallahualam bissawab.

Exit mobile version