Site icon

Oppa-Oppaku, Nerakaku

WhatsApp Image 2021-06-21 at 18.37.47

Oleh: Rizki Eka Manurung (Aktivis Muslimah)

Belum lama ini, publik dihebohkan dengan viralnya antrean panjang di gerai McD di beberapa daerah di Indonesia yang diserbu ojek online (ojol), tak terkecuali di Kota Medan.

Antrean panjang yang menimbulkan kerumunan ini disebabkan antusiasme tinggi masyarakat untuk mendapatkan BTS Meal, yaitu menu kolaborasi McD dengan grup idola asal Korea Selatan, BTS (merdeka.com, 11/06/2021).

Mereka para army (sebutan untuk fans BTS) sangat antusias berburu menu kolaborasi dari McDonald’s, walaupun kebanyakan dari mereka hanya menginginkan kemasan dari BTS meal yang berwarna ungu khas BTS.

Buntut dari BTS meal ini adalah banyaknya antrean di gerai-gerai McD di Indonesia dan kerumunan ini di dominasi oleh para ojol, termasuk di kota Medan. Pada akhirnya gerai McD di larang beroperasi oleh pihak berwajib daerah setempat karena telah melanggar protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika menjalankan usahanya.

Tindakan ini benar-benar di luar batas kewajaran, mengingat di tengah pandemi seperti ini para remaja tersebut rela melanggar protokol kesehatan dan mengabaikan keselamatan mereka hanya demi mendapatkan kemasan khas idola mereka.

Memang miris, banyak remaja saat ini yang notabenennya kaum muslim baik dari kalangan wanita maupun pria mengidolakan para artis asal negeri ginseng tersebut. Bagi wanita ketampanan idola KPop bisa jadi menyilaukan mata. Entah itu mengagumi dari sisi keindahan wajahnya, karismanya, karakteristik ataupun keahliannya yang membuat para wanita tersebut mengagumi sosok idola KPop tersebut.

Indonesia di kenal dengan budaya ketimurannya yang penuh dengan adab dan sopan santun dalam bertutur kata serta berpakaian. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman adab dan sopan santun itu semakin menurun karena itu banyak kalangan remaja yang mengikuti budaya barat dalam segala hal.

Dampaknya yaitu mengikuti gaya hidup bebas, free sex, mabuk-mabukan dan merosotnya moral remaja.

Begitulah gambaran remaja pada sistem hari ini. Sungguh memilukan memang!

Padahal dalam Islam mengidolakan seseorang adalah hal yang mubah selagi itu tidak berlebihan dan tidak mendatangkan kekufuran.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tetapi lain cerita jika yang di gandrungi remaja sekarang adalah oppa-oppa dari negeri ginseng sana, mereka sudah jelas adalah kaum kufar. Kebanyakan para remaja saat ini menjadi fans fanatik idola mereka, sampai-sampai semua yang di lakukan oleh idola mereka adalah sebuah kebenaran.

Aktivitas lainnya seperti ketika menonton konser dari idola mereka, di dalam Islam di larang menonton konser apabila di dalamnya ada aktivitas kemaksiatan, misalnya adanya aktivitas ikhtilat atau campur baur antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, adanya aktivitas mempertontonkan aurat dan sampai melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Aktivitas seperti ini di haramkan dalam Islam karna tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.

Sebagai seorang muslim harusnya sosok yang sangat cocok diidolakan tidak lain dan tidak bukan adalah Baginda Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia yang sangat pantas untuk di ikuti karakter, sifat dan tingkah lakunya dalam kehidupan.

Bahkan salah satu indikator keimanan dalam hati seorang muslim adalah adanya rasa cinta terhadap Rasulullah SAW.

Dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda “Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya.”

Dan sebagai seorang muslim harusnya mampu menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap Rasulullah, karna beliau adalah sebaik-baiknya manusia di bumi yang sangat layak untuk dicintai yang nantinya akan menyelamatkan kita di hari akhir nanti.

Wallahualam bissawab.

Exit mobile version