Site icon

Palestina Memanggil, Kaum Muslim Harus Bersatu

WhatsApp Image 2023-10-23 at 18.19.19

Oleh : Serlida Fitriananda (Aktivis Kampus Palembang)

Konflik berdarah antara Palestina-Israel terus menjadi sorotan dunia, bagaimana tidak penyerangan ini dianggap yang paling terparah dari sekian serangan yang diluncurkan israel di Gaza, dimana korban didominasi oleh anak anak dan kaum perempuan.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 1.500 korban jiwa dan melukai 5.339 orang atas tragedi pengeboman di salah satu rumah sakit di Jalur Gaza oleh Zionis Israel.

Usai kejadian pilu ini berbagai negara berduyun-duyun melakukan aksi solidaritas membela Palestina, mereka menyerukan agar kedua negara untuk segera mengakhiri perang.

Di sisi lain seruan jihad yang disampaikan oleh Panglima Tinggi Al-Qassam, Muhammad ad-Dhaif menggema di media sosial usai sayap militer Hamas Brigadir Al-Qassam melakukan operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan pada Sabtu 7 Oktober lalu.

“Israel tak henti-hentinya memborbardir warga Palestina, tak peduli anak-anak, dewasa, hingga orang tua, mengusir, menganiaya, membakar ayat suci Al-Qur’an, menghardik Nabi Muhammad hingga menewaskan orang-orang yang tak bersalah,” ujarnya

Panglima tinggi tersebut juga menyeru kepada semua negara terkhusus negara yang mayoritasnya muslim agar bersatu, mengabaikan batas, penghalang, dan sistem demi memenuhi panggilan kemulian jihad demi memerdekakan Al-Aqsa dari cengkraman dan penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

Demi melakukan perintah Allah di Surat At-Taubah ayat 41. “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Sementara itu di tanah air dukungan datang dari berbagai organisasi masyarakat di Indonesia seperti FPI (Front Persaudaraan Islam), Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Alumni 212 yang mendatangi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, Rabu sore (11/10).

Hal itu mereka lakukan untuk menyampaikan protes dan orasinya ke kedubes AS sebagai bentuk kepedulian mereka kepada warga Palestina juga bentuk ketidaksetujuan atas kebiadaban Israel atas serangan brutal di jalur Gaza.

Mereka mendesak kedubes AS untuk menghentikan memberi bantuan dan dukungan kepada Israel.

Seperti yang kita tahu bahwa konflik antara Israel dan Palestina bukan masalah agama saja namun juga masalah politik, solusi yang diberikan oleh PBB bukanlah solusi yang pantas.

Karena PBB sendiri layaknya boneka yang disetir oleh negara adidaya seperti AS dan Inggris, merekalah aktor utama yang memasok segala kebutuhan dan keinginan Israel Laknatullah hingga visi misi membumihangunkan orang-orang Palestina tercapai.

PBB sengaja dibuat tuli, bisu bahkan buta terhadap penderitaan yang dialami oleh warga Palestina yang tanahnya dirampas oleh Israel.

Bagaimana mungkin pemilik rumah yang sah harus berbagi dan membiarkan orang yang jelas-jelas telah mencuri rumahnya.

Pantas saja kenapa Allah sangat mengutuk keras Bani Israil atas perilaku mereka yang sangat, tamak, rakus, bengis dan buas.

Karena Yahudi merupakan satu-satunya umat dalam sejarah yang membunuh para nabi. Dan itu merupakan kejahatan besar yang tidak pernah dilakukan kecuali orang-orang Yahudi. Pembunuhan yang mereka lakukan terus berlanjut kepada pembunuhan berbagai bangsa hingga hari ini.

“Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan,” (Al Baqarah: 96).

Meski saat ini dunia hanya bisa mengecam, mengkritik, mengutuk tanpa berbuat apa-apa.

Sementara para pemimpin muslim diam seribu bahasa karena teracuni sekat national state, sehingga menggap permasalahan Palestina merupkan permasalahan politik perebutan kekuasaan.

Padahal Rasul pernah berkata bahwa umat Muslim itu bagaikan satu tubuh. ”Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Lantas bagaimana solusinya? Solusi menyeluruh ada pada kembali kesistem islam dan ini memerlukan kekuatan besar kaum muslimin yang hanya bisa dicapai melalui pembentukan daulah Khilafah dan jihad.

Ada tiga alasan mengapa pembebasan Palestina hanya bisa dicapai melalui jihad. Pertama, siapa pun yang waras akan merasa mustahil untuk mengakhiri kolonialisme Yahudi melalui cara-cara politik.

Berbagai perundingan yang dilakukan negara-negara Barat, termasuk PBB, dengan Otoritas Palestina, dan pendudukan Israel tidak membuahkan hasil bagi rakyat Palestina. Faktanya, wilayah Palestina terus menerus digerogoti oleh Zionis, sementara dunia terus bungkam mengenai isu tersebut.

Kedua, Islam telah mengharamkan berdamai dan bersahabat dengan kelompok yang memerangi kaum muslim.

“Sungguh Allah telah melarang kalian menjadikan sebagai kawan kalian orang-orang yang memerangi kalian karena agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu (orang lain) untuk mengusir kalian. Siapa saja yang menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah kaum yang zalim.” (TQS Al-Mumtahanah [60]: 9).

Ketiga, syariat Islam telah mewajibkan jihad fi sabilillah atas kaum muslim ketika mereka diserang oleh musuh. Allah SWT berfirman, “Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 194).

Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh dalam kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2 menyatakan bahwa jika kaum muslim diserang oleh musuh maka jihad adalah fardu ‘ain Fardu ain ini bukan hanya berlaku untuk muslim Palestina, tetapi juga bisa meluas bagi kaum muslim di sekitar wilayah Palestina jika agresi musuh tidak bisa dilawan warga setempat.

Oleh karena itu, Palestina hanya bisa bebas dan merdeka jika kekhalifahan bangkit mempertahankan tanah yang telah diridhoi Allah. Khalifah akan mengusir penjajah dari wilayah kaum muslim.

Wallahu A’lam Bishawwab

Exit mobile version