Kliksumatera.com LAHAT – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui budidaya ikan dalam keramba jaring apung yang merupakan mitra binaan PT Bara Alam Utama (BAU) di Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, menunjukkan hasil menggembirakan. Program yang dimulai sejak Januari tersebut berhasil menghasilkan lebih dari 3,5 ton ikan, melampaui target awal sebesar 3 ton.
Kegiatan panen ikan bersama ini dihadiri Bupati Lahat yang diwakili Staf Ahli Kemasyarakatan Chandra, SH, MM, Ketua FP2M Sudarman beserta anggota, Camat Merapi Barat Heri Yulianto, S.Sos, MM, Sekretaris Camat Merapi Barat Saihul, SE, MM, Camat Merapi Timur Yayan, SE, MM, manajemen PT BAU, jajaran manajemen Unsela Lahat, Danramil Merapi Kapten CAJ M. Koderi Ramadani, tim Perusda Lahat, serta Kepala Desa Telatang, Cik Edi.
Tingkat Kematian Ikan Hanya 1 Persen
Mengawali kegiatan panen, Ahmad Syari Kurnianto, S.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa program budidaya ikan tersebut telah berjalan sejak Januari dengan sejumlah pembangunan dan pengadaan sarana pendukung.
Adapun fasilitas yang telah dibangun meliputi empat unit kolam, jembatan apung sepanjang 50 meter, serta gudang penyimpanan. Selain itu, program ini juga dilengkapi pengadaan 12.000 ekor benih ikan, vitamin, dan pakan ikan untuk menunjang proses budidaya.
Menurutnya, hasil yang dicapai cukup memuaskan. Dari 12.000 ekor ikan yang dibudidayakan, tingkat kematian hanya sekitar 1 persen.
“Dari alokasi yang ada, kami menilai program ini berhasil. Tingkat kematian ikan hanya 1 persen, sementara hasil panen mencapai lebih dari 3,5 ton, melampaui target awal 3 ton,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim FP2M sebelumnya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjajaki peluang pemasaran hasil panen. Namun, upaya tersebut masih terkendala karena pihak SPPG lebih mengutamakan pasokan ayam.
Meski demikian, pihaknya bersyukur karena telah ada pengepul yang bersedia menjadi konsumen hasil panen ikan tersebut.
Diharapkan, keberhasilan program ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat, khususnya warga Desa Telatang dan sekitarnya.
Sudarman: Dukungan Perusahaan Sangat Dibutuhkan
Sementara itu, Ketua FP2M Sudarman dalam arahannya menyampaikan bahwa meskipun organisasi yang dipimpinnya baru berusia sekitar 1,6 tahun, FP2M telah memperoleh dukungan dari dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Merapi, yakni PT Bara Alam Utama (BAU) dan PT Bukit Asam (PTBA).
Selain dukungan perusahaan, FP2M juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lahat terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan.
Menurut Sudarman, keberlanjutan dan kemajuan FP2M sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak, terutama perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Merapi.
“Walaupun FP2M baru berumur 1,6 tahun, kami sudah mendapatkan dukungan dari dua perusahaan di Merapi Area, yaitu PT BAU dan PTBA, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Maju mundurnya FP2M juga bergantung pada dukungan perusahaan batu bara yang ada di Merapi Area,” ujar Sudarman yang akrab disapa Panglima BZWin.
Beliau juga menyoroti masih terbatasnya dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Sudarman berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaat keberadaan industri pertambangan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Ia turut menyinggung PT Priamanaya yang menurutnya belum memberikan dukungan terhadap FP2M. Ia berharap ke depan terjalin hubungan timbal balik yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.
PT BAU Dorong Program yang Bermanfaat bagi Masyarakat
Di kesempatan yang sama, perwakilan manajemen PT BAU, Alberta, SH, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga perlu memberikan manfaat bagi warga di sekitar wilayah operasional.
Program pemberdayaan mas

