Oleh : Rizkika Fitriani
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sangat menyayangkan pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.Pasalnya, telah membolehkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah yang berada pada PPKM Level 1-3, meskipun para siswa belum divaksinasi.
Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengkhawatirkan tindakan gegabah tersebut. Menurutnya, vaksinasi anak dan guru harus dituntaskan di sekolah tersebut sebelum dilaksanakannya PTM terbatas. (Radar Bogor, 26/8/2021).
Setelah hampir 2 tahun pandemi menyapa, hingga saat ini tidak ada tanda-tanda berkurangnya lonjakan korban, bahkan solusi yang diberikan pun sangat tidak jelas dan terkesan hanya mampu memperburuk keadaan. Pandemi benar-benar memberikan dampak yang sangat serius di negeri ini, apalagi mengenai persoalan aktivitas sekolah yang selama ini dialihkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka. Namun, selama penerapan PJJ tentunya sangat tidak efektif, apalagi mengenai perkara kendala yang banyak dihadapi para siswa. Akibat kendala itulah yang menyebabkan banyak masyarakat mendesak agar pemerintah segera memberikan solusi yang tepat untuk masalah pendidikan.
Akibat desakan para masyarakat yang menginginkan pendidikan segera dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), pemerintah mengeluarkan kebijakan membiarkan para siswa sekolah tatap muka. Yang tentunya disertai dengan himbauan agar pihak sekolah mematuhi protokol kesehatan, serta siswa maupun guru telah melaksanakan vaksinasi.
Faktanya, imbauan saja tidaklah cukup untuk menjamin keselamatan siswa maupun guru, begitupun juga dengan vaksin. Vaksin bukanlah solusi tuntas yang mampu menjamin apakah bisa memberantas tidak terjadinya penularan virus selama PTM. Lagipula, tidak semuanya siswa maupun guru sudah melaksanakan vaksinasi, masih banyak yang belum vaksin, dikarenakan kurangnya fasilitas vaksin, dimulai dengan terbatasnya kuota penerima vaksin, serta kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap vaksin yang saat ini beredar.
Pihak sekolah juga tidaklah tau apakah dalam kelas pembelajaran semua siswa maupun guru tidak terdampak covid. Seharusnya semua fasilitas PTM disediakan, termasuk dengan menyediakan tes covid agar bisa membedakan yang terdampak, maupun yang tidak terdampak. Namun faktanya di negeri ini, tes covid pun di jadikan ladang untuk mencari keuntungan alias berbayar, sangat miris.
Kebijakan yang selalu diterapkan dinegeri ini sangat mengkhawatirkan dan serba salah, pasalnya, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan PJJ, banyak yang terkendala dikarenakan pemerintah tidak bertanggung jawab memenuhi apapun yang menjadi kendala para siswa maupun guru. Begitu juga dengan PTM ini, pemerintah tidak benar-benar menjamin bisa memberikan keamanan bagi siswa maupun guru yang mengajar. Kegagalan sistem ini sudah nyata dirasakan seharusnya menambahkan kesadaran kita saat ini bahwa sia-sia mengharapkan solusi dari sistem saat ini. Karena keselamatan bukanlah prioritas, namun keuntungan lah yang menjadi prioritas di negeri ini. Hingga kewajiban yang harusnya diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat, namun dijadikan ladang mencari keuntungan. Seakan takut rugi kalau apapun yang dikeluarkan tidak menambah pemasukan negara!
Yang menjadi solusi umat saat ini yaitu kembali pada sistem Islam, yang mampu menjamin keselamatan rakyatnya. Mengenai kasus wabah yang menyerang, tentu saja Islam mempunyai solusi tuntas. Jika terjadi wabah, maka Khalifah akan dengan tegas langsung menerapkan lockdown disertai pemenuhan kebutuhan masyarakat selama lockdown. Maka tidak akan ada lagi masyarakat yang menerobos wabah hanya demi untuk mencari kebutuhan ekonomi, karena sudah menjadi tanggung jawab negara.
Mengenai pada pembelajaran di sekolah, jika memang tidak memungkinkan untuk bersekolah tatap muka dan dialihkan pembelajaran di rumah, tentu saja khalifah akan memastikan bahwa tidak ada pada siswa maupun guru merasakan kendala akibat kurangnya fasilitas selama PJJ, maka tentu saja sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memehuni fasilitas selama PJJ. Dengan begini maka tidak akan ada lagi kasus anak putus sekolah akibat terkendala fasilitas selama daring.
Kalau memang pembelajaran sekolah situasinya memungkinkan untuk PTM, maka tentu khalifah akan menjamin keamanan bagi siswa maupun guru. Dengan membedakan mana yang sehat dan yang sakit, serta menjamin bahwa 5M sudah diterapkan pada masyarakat, dikarenakan disertai memahamkan masyarakat mengenai kesadaran untuk ikhtiar menghadapi wabah.
Jika Islam yang mengatur, sudah tentu semua problem akan mendapatkan solusi yang tuntas, karena bagaimanapun juga, aturan di sistem Islam bersumber dari Al Qur’an yang merupakan firman-Nya yang mengatur kehidupan secara rinci. Umat saat ini membutuhkan solusi yang hakiki, yaitu dengan adanya penerapan sistem Islam yang mengatur kehidupan. ***

