Site icon

Aksi Pecatan ASN Disdukcapil Ini Terhenti, Setelah Kedoknya Diketahui Warga

WhatsApp Image 2022-01-11 at 05.16.37

Tersangka Reno yang diamankan Babinkamtbmas Bripka Suhendro setelah aksinya diketahui warga. (foto: ist)

Kliksumatera.com, PALEMBANG -Seorang oknum ASN pecatan dari Disdukcapil Kota Palembang tampak menangis seraya meminta maaf saat aksinya yang selama menyamar menjadi Pegawai Kantor Camat Ilir Barat 1 berhasil terungkap, Selasa (11/1/2022).

Dia ternyata bernama Reno (35) warga Lorong Roda Jalan Merdeka Kota Palembang, tak bisa mengelak atas tindak penipuan yang sudah dia lakukan.

Dia diamankan warga yang sudah begitu geram dengan aksinya di kawasan Jalan Padang Selasa Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang yang kemudian diserahkan ke Polsek Ilir Barat I Palembang.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya mengaku salah. Minta maaf kepada warga yang pernah saya tipu,” kata Reno dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada sembari terus meminta maaf dan menangis saat berada di kantor polisi.

Dalam beraksi, Reno berpura-pura menjadi pegawai Kantor Camat Ilir Barat I bernama Irul dan menawarkan jasa kepengurusan surat-menyurat ke warga.

Seperti KK, KTP, BPJS, PKH, dan lain-lain dijanjikan Reno akan bisa diurus dengan cepat.

Dia mengaku hanya sekadar berjalan-jalan mengecek kelayakan jalan lalu kemudian ada warga yang meminta tolong diuruskan keperluan di Kantor Dinas Catatan Sipil.

Namun seketika Reno dibuat bungkam oleh keterangan warga yang telah menjadi korbannya.

Sebab warga tersebut di hadapan polisi dan Camat Ilir Barat I, secara gamblang menyebut Reno telah sengaja mendatangi rumahnya untuk kemudian menawarkan jasa mengurus KK dan PKH dengan iming-iming akan cepat selesai. “Saya salah Pak,” kata Reno yang langsung tertunduk lesu.

Belakangan diketahui, tak hanya di kawasan Kecamatan Ilir Barat I saja, nyatanya Reno juga berkeliling sampai ke Kecamatan Kertapati untuk melancarkan aksinya.

Dia mengaku perbuatan itu baru dilakukan sekitar dua bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena dipecat dari ASN.

Reno adalah ASN yang diangkat pada 2009 lalu dipecat pada 2021 lantaran tidak masuk kerja selama tiga tahun berturut-turut dengan penempatan terakhir di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang.

Sempat mengajukan pindah tempat penugasan, akan tetapi keinginan itu tidak dikabulkan sehingga Reno memilih untuk tidak masuk kerja selama bertahun-tahun sampai akhirnya dia dipecat dari ASN. “Selama tiga tahun itu, saya ikut kerja sama paman. Mengurus kebun di kampung,” akunya.

Dari pengakuannya, Reno berujar hanya bisa mendapat mangsa sekitar satu sampai dua orang perhari.

Dengan uang dikisaran Rp.50 ribu sampai Rp.100 ribu dari masing-masing warga. “Uangnya untuk makan Pak. Anak saya masih kecil-kecil. Paling besar umur 9 tahun,” ujarnya yang kembali terisak menangis.

Ditemui di tempat yang sama, Budi (64) salah seorang korban Reno mengaku sangat geram dengan tindak penipuan oleh pecatan ASN tersebut.

Dia mengatakan, Reno telah mendatangi kediamannya yang berada di RT 3 Jalan Seruni Lorong Kebun Raya Kelurahan Bukit Lama untuk menawarkan jasa mengurus KK dan PKH secara praktis.

“Jadi bohong kalau dia ngomong tidak datang ke rumah-rumah. Dia ketok pintu saya, bilang nawarin ngurus KK dan PKH,” tegas Budi.

Budi mengaku, saat tindak penipuan itu terjadi, istrinya yang sedang berada di rumah. Sedangkan Budi berada di luar untuk mengurus suatu urusan.

Istri Budi yang percaya, lalu menyerahkan uang sebesar Rp.150 ribu kepada Reno sebagai biaya kepengurusan KK dan PKH.

Berjanji hanya dua hari akan diselesaikan, namun nyatanya hingga tiga minggu Reno menghilang tanpa kejelasan. “Saya kesal sekali. Makanya saya cari ke kantor camat. Waktu saya cek, memang ada yang namanya Irul, tapi bukan orang itu yang nipu. Ternyata dia (Reno) pakai nama orang lain,” ungkapnya dengan nada kesal.

Aksi Reno ini juga pernah terjadi di RT 23 RW 08 Kelurahan Bukit Lama. ”Saat itu atau sekitar 3 bulan lalu dia mengaku pegawai Kecamatan Ilir Barat 1 sudah izin dengan RT 23 bernama Pak Imam agar dapat mengurus PKH. Nah kebetulan saya tidak ada di tempat, istri saya tidak mau membuat kartu PKH. Jadi aksinya batal,” aku Agus.

Dengan tertangkapnya Reno ini, semoga tak ada lagi oknum ASN yang mengaku-ngaku bisa membantu warga di saat masa pandemi Covid-19 ini demi keuntungan pribadi semata.

Sumber : Berbagai Sumber
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version