Oleh : Sri Pertiwi
Perempuan, di mata ideologi kapitalis hanyalah sebagai pencapaian materi belaka. Dimana posisi perempuan selalu dimuat sebagai pajangan publik. Jika melihat jumlah intelektual perempuan saat ini sangat banyak namun disayangkan sekali mereka hanya dimanfaatkan sebagai pekerja. Seperti halnya prestaatif di bidang profesional, dan sejenisnya. Tidak sedikit pun memasukkan parameter nonmateri dan spritual, karena dianggap nonmeasurable.
Sedangkan dalam konteks pemahaman Islam muslimah adalah perempuan yang akan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ibu pencetak generasi dan pengatur urusan rumah tangga, yang berkontribusi besar dalam kebangkitan umat dan kesejahteraannya. Istri sholeha itu ibu para mujahid, profesional di bidangnya dengan tidak meninggalkan kewajiban utamanya.
Di sinilah letak utama perbedaan penghargaan terhadap perempuan. Dalam masyarakat kapitalis dan Islam dimana sistem kapitalis perempuan hanya menghargai dengan taraf ekonominya, status sosialnya, dan prestasi profesinya. Tak peduli bagaimana ia mencapai semua itu. Mereka diberi kebebasan seluas-luasnya demi meraih kesuksesannya. Sebab itu, peran utama perempuan sebagai pencetak generasi dan pengatur rumah tangga tidak dihargai. Justru peran ini dianggap biang keladi diskriminasi perempuan.
Untuk itu bertambahnya kekerasan terhadap wanita di dalam masyarakat di era kapitalis disebabkan karena sistem hidup saat ini tidak diambil dari sang Pencipta yakni Allah SWT karena sejatinya Islam sangat menjaga kehormatan setiap perempuan dan memuliakan mereka dengan sangat adil.
Dan sedangakan sistem kapitalis, demokrasi banyak kasus yang terjadi terhadap perempuan dimana terjadinya pelecehan, penganiayaan, pembunuhan, sebagai akses ekonomi, dan sebagainya. Beginilah kapitalis dalam menghargai perempuan, mereka hanya diposisikan sebagai pemuas hawa nafsu laki-laki.
Karena setiap ajang yang mereka ikuti pasti karena ada materinya seperti dimana mereka dihargai perempuan yang menjadi korban human trafficking. Berapa harga mereka kalau mengikuti ajang kecantikan, berapa harga kehormatan perempuan karena jargon. Ini belum seberapa, segudang problem kerusakan sosial melanda masyarakat kapitalis akibat kebebasan yang diberikan kepada perempuan.
Hakikatnya mereka telah membayar mahal semua itu dengan krisis keluarga, rusaknya generasi dan krisis sosial yang akut. Diskriminasi itu berpangkal ada cara pandang ideologi mereka yang cacat dan rusak. Mereka menyamakan perempuan dengan barang yang bisa diperjualbelikan.
Namun Islam melindungi perempuan, Islam memberi nilai tak terhingga pada status perempuan. Ideologi Islam tidak pernah memandang perempuan sebagai benda, melainkan kehormatan. Sebab itu, Islam menetapkan sejumlah hukum untuk menjaga kehormatan perempuan.
Pandangan Islam berbeda dengan mata insan yang lemah daya jangkaunya, ide dan hukum Islam meliputi segala zaman dan perkembangannya. Penjagaan hukum Islam terhadap perempuan banyak sekali, tanpa terkecuali semua urusan perempuan dari sandang pangan urusan anak dan keluarga. Semua dijaga dan dilindungi oleh Islam. Itulah yang membuat perempuan berharga dan terhormat. Jika ia menjalankan semua itu dengan baik dan rasa takut kepada Allah SWT, berharap ridhoNya. Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka itu yang dinamakan wanita sukses, tidak saja di dunia tapi juga di akhirat.
Akan tetapi pelaksaanan ini menjadi sempurna dengan adanya peran negara dalam Islam. Dalam Islam negara wajib memastikan pemenuhan segala hak perempuan dan pelaksanaan kewajibannya secara sempurna.
Negara harus menghukum dan bertindak kepada kepala keluarga yang tidak memberi nafkah kepada perempuan atau istri dan anak-anaknya dengan standar layak. Juga negara harus memberi pendidikan dengan informasi membantu tugas pendidikan keluarga di rumah.
Oleh karena itu solusi terbaik untuk mengeluarkan perempuan dari kindisi buruk hari ini kembalinya kita ke dalam sistem Islam. Bukan mengadakan UU perlindungan perempuan dengan dasar liberalisasi agama.
Kesuksesan utama seorang insan dengan ukuran taqwanya
Allah berfirman :
يأيها الناس إنا خلقنكم من ذكر وأنش وجعلنكم شعوبا وقبءل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقكم إن الله عليم خبير
Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sungguh Allah Maha Tahu lagi Maha Mengenal (QS Al-Hujurat (49) :13).
Solusi tuntas terhadap kesengsaraan perempuan saat ini adalah kembalinya kita kepada aturan Islam yang kaffah di dalam naugan daulah khilafah Islamiyah.
Wallahubissawab….

