Site icon

Pembangunan IKN, Kepentingan Para Oligarki Semata

WhatsApp Image 2022-02-08 at 21.52.58

Oleh : Umi Jamilah (Aktivis Dakwah Muslimah)

Pro-kontra ramai terjadi di medsos. Berita tentang rencana pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) yang telah disahkan oleh MPR ternyata menelan biaya yang tidak sedikit.

Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia berpandangan, anggaran pemindahan IKN tahun 2022 yang akan mengambil anggaran program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak tepat. (kompas.com, 19/01/2022).

Pasalnya, biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan rencana awal. Dalam acara PKAD (kenapa IKN harus ditolak?), Ustaz Fajar Kurniawan menjelaskan, sebelumnya anggaran diambil dari dana APBN sebesar 19,2% kini membengkak jadi 53,3%.

Ini adalah salah satu alasan harus ditolaknya proyek ini. Belum lagi proyek yang lain, seperti pembuatan kereta api cepat yang menelan biaya banyak sampai sekarang belum selesai, Bandara Kertajati yang mangkrak, jalan tol trans Sumatera. Ini semua adalah mimpi yang tidak mendasar.

Bagaimana tidak, proyek yang dikerjakan tidak melihat apakah hal itu dibutuhkan atau hanya keinginan belaka? Sulit untuk dijelaskan ketika semua itu hanya mengedepankan keinginan dari para oligarki semata.

Proyek IKN ini sejatinya hanya akan merugikan rakyat semata. Alih-alih memberikan kabar gembira kepada rakyat dengan pembangunan yang super mewah, kenyataan malah rakyat yang jadi korban. Bagaimana tidak, ketika proyek IKN mengambil dana yang seharusnya digunakan untuk pemulihan ekonomi malah dialokasikan pada pembangunan IKN.

Dr. M. Ryan mengatakan bahwa ada beberapa alasan menolak UU IKN pindah Ibu Kota Negara baru yaitu bebani APBN rugikan rakyat, memperparah Ekologi Kaltim, secara geologis banyak kelemahan, sarat kepentingan kapitalisme dan pelibatan pihak asing yang merugikan Indonesia.

Inilah gambaran sistem batil buatan manusia yang lemah yaitu sistem demokrasi-kapitalisme. Sistem yang kufur, haram diambil, diterapkan dan disebarluaskan, yang mana ketika melihat kebahagiaan hanya dari arah banyaknya materi yang didapat.

Berbeda dengan sistem Islam yang diatur oleh Sang Pencipta alam semesta beserta isinya. Pasti akan mengetahui yang terbaik bagi umat manusia. Sebagaimana firman Allah Swt., “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendak, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?.” (QS. Al-Maidah [5]: 50).

Maka dari itu, kepindahan IKN saat ini sungguh tidak tepat dan banyak mengandung bahaya. Setidaknya pada aspek ekonomi, pemerintahan, sosial, lingkungan dan internasional. Permasalahan ini menjadikan kebutuhan khilafah terhadap umat Islam sangat mendesak. Sehingga umat akan sejahtera di bawah naungan khilafah.

Wallahualam bissawab.

Exit mobile version