Kliksumatera.com Lahat — Pelaksanaan Pelatihan Vokasi di UPT LLK UMKM Kabupaten Lahat kali ini terasa istimewa. Pasalnya, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, yang merupakan Menaker di era Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di Aula UPT BLK UKM Lahat, Senin (9/2/2026). Turut hadir Bupati Lahat Bursah Zarnubi, SE, jajaran Forkopimda Kabupaten Lahat, Kepala Balai Serang Provinsi Banten, hadir , Khalid Zabidi, Direktur GREAT Institute, Anggota DPR- RI Ir, Sri Melyana sekaligus ketua TPKK Kabupaten Lahat, beberapa anggota DPRD Kabupaten Lahat, serta tamu undangan lainnya. Acara diawali dengan penyambutan tarian khas Bumi Seganti Setungguan.
Kepala UPT LLK UKM Lahat, Agussenang, SIP., MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa pada tahun ini dilaksanakan 7 program pelatihan vokasi, yaitu:
Menjahit pakaian dengan mesin
Pemeliharaan kendaraan ringan
Practical Office Advance
Pembuatan roti dan kue
Program 5W 1G
Merias pengantin muslimah modifikasi
Pemeliharaan dan perawatan AC rumah tangga.
“Setiap kejuruan diikuti lebih dari 16 peserta, dengan total keseluruhan sebanyak 112 peserta pelatihan. Program ini bersumber dari APBN melalui anggaran DiVA DPP Serang, dan seluruh peserta berhak memperoleh sertifikat,” jelasnya.
Agussenang juga menambahkan bahwa saat ini UPT LLK UKM Lahat telah memiliki 12 program pelatihan, dan insyaallah akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan dana APBD. Selain itu, akan ada penambahan program baru seperti Bahasa Asing, Kopi Barista, Pertambangan, dan Alat Berat (Alber).
“Kami sangat bersyukur BLK Lahat mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli dalam arahannya menyampaikan bahwa UPT LLK UKM Lahat telah memenuhi berbagai kriteria pendukung pelatihan, seperti akses internet yang lancar. Ia menegaskan bahwa saat ini balai pelatihan tidak lagi sekadar tempat belajar keterampilan, tetapi harus menjadi ruang yang nyaman dan terhubung langsung dengan jaringan dunia kerja berbasis digital.
“Balai pelatihan harus memiliki network yang terkoneksi dengan web dan ekosistem ketenagakerjaan. Saya berpesan kepada para peserta agar memiliki keahlian yang handal serta menguasai skill digital, sehingga siap bersaing di dunia kerja,” tegas Menaker.
Laporan wartawan Novita

