Kliksumatera.com, ASAHAN- Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Asahan resmi membuka Pelatihan Perawat AC Residential (72 JP) dan Pelatihan Bekam serta Therapist Reflexologi bagi Difabel (40 JP).
Pembukaan pelatihan yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan didampingi Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja.
Kegiatan peresmian ditandai dengan penyerahan perlengkapan peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta pelatihan.
Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Asahan dalam memperluas akses pemberdayaan yang inklusif serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS dan pemanfaatan fasilitas BLK, kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan keterampilan berbasis kompetensi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pelatihan Perawat AC Residential dengan durasi 72 Jam Pelajaran (JP) dirancang untuk menjawab tingginya kebutuhan teknisi AC di pasaran, sementara Pelatihan Bekam dan Therapist Reflexologi dengan durasi 40 JP merupakan program pemberdayaan khusus bagi difabel agar memiliki keahlian yang dapat langsung dimanfaatkan secara mandiri. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi kami ingin melahirkan wirausahawan baru yang berdaya. Harapannya setelah pelatihan ini, peserta mampu menguasai keahlian teknis secara mandiri, siap terserap di dunia kerja, membuka usaha sendiri, dan pada akhirnya mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Asahan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan BAZNAS Kabupaten Asahan menegaskan bahwa dukungan terhadap pelatihan keterampilan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat untuk pemberdayaan ekonomi mustahik agar bertransformasi menjadi muzaki.
Dengan bekal keterampilan yang mumpuni, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan daerah.
Laporan : Boy
Posting : Imam Gazali

