Kliksumatera.com, PALEMBANG- Pengamat Politik Sumsel Bagindo Togar mengatakan bahwa sidak ke RS Siloam beberapa waktu lalu oleh Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan adalah bagian dari tugas dan fungsi DPRD. Jadi, pantas untuk diapresiasi. ”Namun diharapkan hal itu tidak sebagai pencitraan Anggota DPRD Sumsel semata. Sebab, sidak yang dilakukan oleh anggota legislatif Provinsi Sumsel ini bisa saja dikarenakan hasil temuan atau laporan dari masyarakat, yang harus direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Palembang cq Walikota, agar diindahkan serta dibenahi oleh pihak terkait (RS Siloam) sesegera mungkin.
Bila tidak difollow up, Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan berhak meminta pemerintah provinsi up. Gubernur untuk memberi teguran terhadap Walikota Palembang.
Di Kota Palembang ini, terdapat gedung gedung besar seperti pusat pusat perbelanjaan, hotel-hotel serta tempat hiburan dan restoran. Sepertinya tempat pengolahan limbahnya belum memenuhi standar berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang pengolahan lingkungan.
Kota Palembang ini sudah berulang-ulang diterpa isu lingkungan akan tetapi Pemerintah Kota Palembang seperti belum sigap menyiapkan diri baik itu dari segi perencanaan, tools & equipment, mekanisme dan standar pengawasan serta Profesionalitas SDM. ”Jangan sekedar ada institusi penanganan limbah dan lingkungan hidup itu akan tetapi harus efektif juga optimal fungsionalitasnya OPD DLHK Pemkot ini. Apalagi hampir seluruh pelaku usaha di Kota Palembang juga telah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Palembang,” tegas Togar, Sabtu (22/2).
Walikota Palembang itu bertanggung jawab terhadap lingkungan dan pengolahan limbah yang ada di Kota Palembang ini karena pengolahan limbah ini adalah bagian dari pelayanan publik.
”Warga Kota Palembang pun berhak mendapatkan udara yang segar sesuai dengan standar lingkungan yang diamanatkan oleh undang undang. Saya melihat kondisi yang ada saat ini bahwa Kota Palembang ini sering kali terdapat hotel-hotel yang tidak mempunyai sistem pengolahan limbah yang baik sehingga terdapat sistem drainase yang tersumbat dan terjadi proses pengerasn limbah. Di sisi lain, misalnya di berbagai daerah, limbah tersebut dapat dikelola menjadi pupuk dan juga dilakukan pemisahan aliran limbah,” paparnya.
Bagindo Togar berharap kepada Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan Walikota Palembang, agar kasus- kasus seperti ini tidak terulang kembali dan jadikanlah trigger untuk membenahi sistem pengolahan limbah secara modern, di sentra-sentra aktivitas publik.
Di tempat terpisah Mantan Walikota Palembang Ir. H. Eddy Santana Putra mengomentari terkait mengenai Tata Lingkungan dan Tata Ruang. Dirinya mengatakan bahwa apabila hal tersebut dibiarkan maka jelas akan berdampak dengan lingkungan yang ada.
Apabila kita melihat negara luar seperti Singapura dan Korea itu Tata Ruang dan Tata Kelola Lingkungannya sangat baik. Kota Palembang saat ini untuk Tata Kelola Lingkungan dan Tata Ruang diakuinya agak sedikit ada perhambatan.
Menurutnya Tata Ruang dan Tata Kelola Kota Palembang coba direview lagi lah. Seperti master plan lingkungannya, master plan tata ruang, transportasi, dan drainase itu harus dibenahi kembali dan masyarakatnya juga harus proaktif dan pemimpinnya juga harus serius, konsisten dalam bekerja sehingga dapat fokus mencari Kepala OPD yang tepat pada bidangnya. Demikian urai Politisi Gerinda yang saat ini duduk di Komisi V DPR RI.
Seperti yang kita ketahui, Kamis (16/1/) beberapa waktu lalu Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan melakukan sidak ke rumah sakit Siloam.
Kunjungan Kerja yang dipimpin langsung oleh Muhammad F. Ridho, ST yang beranggotakan antara lain: MM, M. Hasbi Asadiki, S.Sos., MM Nasrul Halim, SH, Nadia Basyir, SE, H. David Hadrianto Aljufri, SH, Ir. H. Zulfikri Kadir, Hj. Meli Mustika, SE., MM Maliono, SH, Efrans Effendi, SH, Ir. Holda, M.Si, M. Oktafiansyah, ST., MM, Dr. Ir. H. Syamsul Bahri, MM, H. Nopianto, S.Sos., MM, H. M. Subhan, SE, H. Askweni, S.Pd, Junaidi, SE, dan Rudi Hartono.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan M.F. Ridho.ST. MT mengatakan bahwa kunjungan kerja atau inspeksi ini guna menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap lingkungan.
”Yang kami lihat adalah pengelolaan limbah Rumah Sakit Siloam ini dikarenakan kita sering mendapat laporan dari masyarakat serta keluhan dari masyarakat ini adalah dampak bau yang kurang sedap,” ujarnya saat itu.
Laporan : Andrean
Editor/Posting : Imam Ghazali

