Kliksumatera.com, PALEMBANG- Musola Syairussalikin yang berlokasi di Jl. Selamat Riyadi Lrg. Manggar 1 RT 17 Kelurahan Lawang Kidul 5 Ilir Boom Baru menjadi tempat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh Habib Novel bin Alwi Assegaf. Acara yang berlangsung semarak ini menarik perhatian ratusan warga sekitar, menciptakan suasana penuh haru, bahagia dan kehangatan. Sabtu malam (5/10/2024).
Ketua Musola, Ustadz Husnul, dengan bangga menyampaikan Alhamdulillah, sangat bersyukur atas antusiasme jamaah yang luar biasa. Cuaca pun mendukung, menambah kemeriahan acara tersebut. Di tengah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini, menjadikan momentum yang sakral dan sekaligus diresmikannya nama dua bayi oleh Habib Ali bin Syekh Abu Bakar, simbol berkah baru bagi keluarga dan seluruh Jamaah yang hadir.
Ustadz Husnul juga menyoroti “Pentingnya acara ini sebagai ajang silaturahmi. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kami atau Jama’ah yang hadir sekaligus mempererat hubungan antarmusola, tokoh masyarakat dan para Jama’ah. Terlihat dari hadirnya Jamaah dari Musholah Nurul Jannah dan Darussalam.”
Acara ini juga mendapat perhatian khusus dari calon Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan calon Wakil Walikota Palembang Nandriani Oktarina. “Kami berterima kasih kepada mereka atas dukungan yang diberikan. Ini menjadi bukti bahwa pemimpin kita peduli dengan kegiatan keagamaan dan masyarakat,” jelas Ustadz Husnul.
Dalam pernyataannya, ia mendoakan agar H. Herman Deru dan H. Cik Ujang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumsel dan Fitrianti Agustinda dan Nandriani Oktarina sebagai calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Palembang sukses dalam langkah politik mereka ke depan.
Habib Novel bin Alwi Assegaf, sebagai pembicara utama, memberikan insight mendalam tentang makna perayaan Maulid. “Perayaan ini adalah perintah Allah SWT untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nabi kita sendiri merayakannya dengan puasa di hari Senin, sebagai ungkapan syukur atas kelahirannya. Bahkan, Abu Lahab, yang dikenal sebagai musuh Nabi, diampuni dosanya pada hari Senin karena kegembiraannya saat kelahiran Nabi Muhammad SAW,” beber Habib Novel.
Ia menekankan, “Sebagai umat beragama khususnya umat muslim, kita wajib merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari iman kita. Para sahabat dan generasi sebelumnya juga melaksanakan perayaan ini, dan kita meneruskan warisan yang mulia ini.”
Acara perayaan Maulid Nabi ini tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga diwarnai dengan pertunjukan seni dan budaya, menambah suasana meriah. Kehadiran para habaib, tokoh masyarakat dan para Jamaah membuat acara semakin berkesan, menciptakan sinergi antara berbagai elemen dalam masyarakat.
Dengan penuh semangat dan kekeluargaan, perayaan Maulid Nabi di Musholah Syairussalikin menjadikan momentum yang sangat berharga, bagi warga sekitar dan Jamaah yang turut hadir.
Selain, memperkuat ukhuwah dan mendukung pemimpin lokal dalam mewujudkan visi dan misi mereka. Ini adalah langkah positif dalam membangun warga masyarakat yang lebih harmonis dan beriman.
Laporan : Akip
Posting : Imam Gazali

