Site icon

Persiapan Akhir Zaman

WhatsApp Image 2024-10-27 at 09.47.57

Oleh: Intan Annisa

Berita tantang akhir zaman ini Rasulullah kabarkan di masanya kepada para sahabat, tak bisa di pungkiri ketika rasulullah lahir telah sampai lah kepada akhir zaman karena rasul adalah nabi dan rasul penutupan tidak ada nabi dan rasul lagi setelah beliau. Namun kita ambil teladan para Sahabat, ketika mereka mendengar uraian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang akhir zaman, para sahabat itu yakin bahwa kiamat akan terjadi di zaman mereka.

 

Ketika mendengar berita tentang akhir zaman bukan menjadikan kehidupan para sahabat menjadi takut, tak bergairah melainkan kehidupan mereka terasa ada stimulus yang merangsang. Ada pemicu yang menjadikan mereka berlomba-lomba mempersiapkan segala sesuatu dengan terbaik dalam menjalani kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang hidup dekat dengan rasul, ibadah mereka luar biasa, kedekatan mereka dengan Allah dan Rasul amat dekat, sangking dekatnya ada yang sudah dijamin masuk surga, ada yang mendapatkan salam langsung dari Allah, dan lain-lain. Namun ketika mendengar tentang berita akhir zaman mereka tetap menangis takut akan dosa-dosanya dan semangat untuk terus melakukan kebaikan supaya ketika masa itu datang mereka sudah memiliki persiapan bekal yang cukup menghadap Allah.

 

Seharusnya begitu juga potret kehidupan yang harus kiat lakukan di zaman sekarang walaupun jauh dari masa kehidupan Rasulullah semangat dalam melakukan kebaikan dan takut melakukan maksiat tak boleh pudar. Bukan justru sebaliknya, belum ada predikat jaminan surga yang Allah berikan namun dengan lantang berkata tenang nanti ujung ujungnya juga akan kesurga, sehingga asyik dalam kemaksiatan hingga kematian menjemput. Terus mengikuti arus modernisasi tanpa memandang standar syariat, mudah ikut arus sesuatu yang lagi trend langsung di lakukan tanpa pikir panjang manfaat mudorat hukum syara’nya, namun sesuatu yang sudah jelas wajib dalam syariat tak segera dijemput melainkan butuh proses panjang berpikir. Seolah-olah dirinya akan hidup selamanya di dunia, dan ketika mati langsung masuk surga. Begitu sombong dan angkuhnya, nauzubillah.

 

Perkara akhir zaman akan mengingatkan dengan hadist Rasululah tentang 5 Fase kehidupan Ummat ini. Fase pertama adalah fase kenabian, di mulai dari nabi adam hingga berakhir ketika Rasululah wafat. Fase kedua adalah fase kekhalifaan khulafaur rasyidin. Umat islam pada fase ini dipimpin oleh para khalifah-khalifah yang cerdas dan mulia, menggunakan konsep Minhajin Nubuwah. Fase ini pun telah berakhir. Fase ketiga adalah fase kekuasaan yang menggigit, yaitu fase dimasa Khilafah Umawiyyah, Abbasiyah, Ustmaniyah Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan adhdhan). Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan, anak keturunannya. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul, tetapi hampir-hampir lepas. Dan pada akhirnya lepas juga pada 3 Maret 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa. Kamal Attaturk (bapak bangsa Turki). Para ulama menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki). Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam, fase ini pun telah berakhir.

 

Fase keempat, fase dimana ummat islam tidak dipimpin oleh seorang Khalifah pun, inilah fase sekarang fase kediktatoran. Pada fase ini, semua fitnah-fitnah perang akhir zaman diceritakan nabi terjadi. Umat islam terpecah bela, dimana Al-quran dan As-sunah tidak lagi diterapkan hanya menjadi pajangan dirumah atau jimat-jimat semata, jikapun diterapkan Itu hanya dalam aspek individu. Umat begitu jauh dari Islam, kemunduran demi kemunduran terus terjadi, kemaksiatan dan kemungkaran yang menodai keshalihan, kezaliman merjalelah. Tauhid tidak lagi murni, melainkan telah dioplos dengan kesyirikan, perkara-perkara ibadah yang tak pernah Rasul contohkan pun mulai bermunculan. Semakin banyak manusia yang tidak lagi mengenal sunnah Rasulullah, bahkan hanya menjadi bahan ejekan. Keamanan menjadi mimpi belaka, keadilan hanya menjadi harapan yang sulit didapatkan. Orang kaya akan semakin kaya dan yang miskin semakin miskin banyak umat Islam putus asa, dengan realita kehidupan yang sangat berat hingga akhirnya

 

Bunuh Diri

 

Dari Abdullah bin Mas’ud dan Abu Musa Al-Asy’ari bahwasannya Rasulullah bersabda “Sesungguhnya pada saat dekat hendak terjadi kiamat akan ada hari-hari dimana ketika itu kebodohan merata, ilmu diangkat, dan banyak terjadi al-harj. Yang dimaksud al-harj adalah pembunuhan (HR. Bukhari dan Muslim). Mari lihat pada kenyataan di zaman ini perzinahan, LGBT, aborsi, judi online, begal, KDRT, pembunuhan terjadi secara terang terangan, berbagai sarana dan prasarananya menuju kemaksiatan tersebut sangat mudah didapatkan dimana-mana. Perjudian dari kelas teri sampai kelas kakap merajalela. Miras dan narkotika mencengkeram baik di perkotaan maupun pedesaan. Semua kemungkaran sudah biasa menjadi konsumsi berita harian, dan nyaris tak bisa ditanggulangi lagi. Dari Abu Malik Al-Asy’ari bahwasannya Rasulullah bersabda:

 

“Pasti akan terjadi pada umatku, orang-orang yang menganggap halal perzinaan, sutra, khamr, dan musik. Dan sungguh, akan ada orang-orang yang mendiami vila-vila mewah di gunung. Seorang penggembala ternak mereka senantiasa menggembalakan ternak di waktu pagi dan membawanya pulang di waktu sore. Saat mereka sedang menikmati kemewahan tersebut, seorang pengemis datang meminta-minta, maka mereka menjawab, “Kembalilah kamu kepada kami besok pagi Lantas, Allah menimpakan adzab kepada sebagian mereka, dan mengubah sebagian yang lain menjadi kera dan babi hingga hari kiamat (HR. Bukhari)

 

Fase kelima, Khilafah Minhajin Nubuwah. Khilafah kembali tegak, inilah fase terakhir kehidupan umat muslim di bumi. Fase kehidupan sama seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, seperti kepemimpinan para sahabat khulafaur Rasyidah. Fase ini merupakan janji Allah dan bisyarah Rasulullah yang pasti terjadi. Fase inilah seharusnya yang harus lebih kita persiapkan untuk menyambut kebangkitan umat dalam kepemimpinan Islam. Ada atau tidak adanya kita kejayaan Islam pasti terjadi namun amatlah merugi jika kejayan ini terjadi kita hanya berada dalam barisan terbelakang sebagai penonton atau bahkan penentang, nauzubillah.

 

Persiapan yang Perlu Dilakukan

 

Tentunya pertama mengkaji Islam lebih dalam dari akar hingga daun, tidak hanya tentang hukum fiqih sholat, puasa, zakat, haji tetapi sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem politik islam dan seluruh lini kehidupan. Kedua mengikuti sebuah jamaah yang memang memiliki fikroh dan toriqoh dakwah sama seperti yang ditempuh oleh Rasulullah. Ketiga menerapkan hukum Islam dalam rana kehidupan pribadi dan berusaha mengajak umat menerapkan seluruh hukum islam. Walaupun akan banyak ditentang, layaknya seperti orang yang terasing seperti yang telah Rasulullah ungkapkan, almudorobah. Kemudian menjadi bagian dari pejuang islam, menyadarkan umat bahwa kesejahteraan hanya mampu dicapai jika Islam diterapkan secara kaffah, menyiapkan para pejuang yang akan terus berjuang menegakan Islam sampai kemenangan itu tercapai. Wallahua’lam bissowab.

Exit mobile version