Site icon

Pimpin Apel Hari Santi Nasional Bupati Muara Enim Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Zaman

IMG-20251105-WA0004

Kliksuamatera.com, MUARAENIM-Bupati Muara Enim, Edison, mengajak para santri di Kabupaten Muara Enim untuk tampil sebagai penggerak perubahan dan kemajuan di tengah dinamika zaman.

Ajakan itu disampaikan saat Apel Peringatan Hari Santri ke-10 Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Pemkab Muara Enim, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Sumarni, Ketua TP PKK Hj. Heni Pertiwi Edison, Kepala Kemenag Muara Enim Abdul Harris Putra, para kyai, ulama, ratusan santri, serta perwakilan lintas agama.

Membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Bupati Edison menyampaikan bahwa Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang menggambarkan tekad santri untuk terus menjaga kemerdekaan sekaligus menjadi motor kemajuan bangsa.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban,” tegas Edison.

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai satu dekade sejak ditetapkannya oleh pemerintah pada 2015.

“Selama sepuluh tahun terakhir, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Edison juga mengingatkan bahwa jauh sebelum kemerdekaan, pesantren sudah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. Dari lingkungan pesantren lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan moral.

“Dari rahim pesantren telah lahir banyak tokoh besar bangsa — pejuang kemerdekaan, pemimpin umat, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia,” ungkapnya.

Menurutnya, santri masa kini harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sains, dan bahasa global agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Bawa semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, bahkan ke panggung dunia. Santri harus jadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tutup nya. (Fadl)

Exit mobile version