Site icon

Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda: Pemuda Harus Menjadi Agen Perubahan Sejati

WhatsApp Image 2023-11-03 at 00.47.11

Oleh : Siti Nurjannah

Pemuda adalah ujung tombak peradaban. Itulah kata-kata yang sering kita dengar untuk mengembalikan semangat jiwa pemuda dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Seperti yang diketahui pada tanggal 28 Oktober kemarin diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 dengan tema “Bersama Majukan Indonesia”. Pada sebelumnya pemerintah Indonesia menetapkan Visi Indonesia Maju 2045. Pada hari ulang tahun Indonesia yang ke-100 tersebut, Indonesia diharapkan menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Oleh karena itu Hari Sumpah Pemuda dijadikan momentum untuk mengingat kembali semangat yang harus selalu berkobar di dalam diri pemuda Indonesia. Mengutip dari KOMPAS.com – Jiwa patriotisme harus kembali pada generasi muda. Terlebih pada momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023 ini. Adapun Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023 ini jadi momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah gotong-royong seluruh elemen pemuda,
(28/10/2023).

Peringatan Sumpah Pemuda seharusnya menjadi refleksi peran pemuda hari ini untuk memajukan bangsa di tengah berbagai program pembajakan potensi pemuda dalam berbagai bidang. Namun tampaknya wacana untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, adil dan makmur hanya utopis. Visi Indonesia maju dengan menduduki 5 besar perekonomian hanya ilusi belaka. Betapa tidak, Indonesia yang masih mengadopsi sistem ekonomi kapitalis yang fokus pada pertumbuhan ekonomi secara global, bukan kesejahteraan rakyat dan individu per individu. Alhasil kemakmuran tidak akan terwujud secara merata selama masih menggunakan sistem ekonomi kapitalisme.

Dalam sistem ekonomi kapitalisme, pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya untuk para investor dan keuntungan yang sangat besar hanya mengalir kepada segelintir orang yaitu para oligarki. Apa kabar dengan nasib masyarakat? Tentu saja hanya mendapatkan percikan kecil yang sangat minim, bahkan keadaan diperparah dengan dampak kerusakan alam yang di eksploitasi oleh pemerintah. Ketimpangan ekonomi semakin parah dan kesejahteraan masyarakat tidak akan terwujud.
Oleh karenanya, visi Indonesia maju seolah hanya mimpi tanpa realisasi. Justru Indonesia malah di jajah dari segala penjuru. Baik dari sumber daya alam, dan sumber daya manusia, pun demikian juga dengan pendidikan generasi kawula muda.

Di Sistem hari ini melahirkan pemuda yang berfikir pragmatis individualistis. Dari segi pendidikan, para pemuda sudah digiring agar mau mengadopsi atau melanjutkan sistem yang sudah ada. Ironisnya lagi sistem pendidikan saat ini tidak diarahkan untuk menjadikan mereka para ahli di bidangnya masing-masing. Mereka justru dicetak menjadi tenaga terampil yang mengisi industri, padahal industri tersebut sudah dikuasai oleh para kapitalis lokal maupun asing, yang mendapatkan izin resmi dari pemerintah untuk mengatur ekonomi di negeri.

Di sisi lain, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) juga telah mengkerdilkan para lulusan kampus yang seharusnya menjadi SDM yang memiliki kualitas dan kemampuan yang sangat baik menjadi sekadar pengisi dunia kerja semata. Hal ini membentuk pola pikir siswa dan mahasiswa bahwa tujuan sekolah hanyalah untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak terbangun tujuan untuk mencerdaskan bangsa sehingga negara bisa terlepas dari penjajahan.

Para siswa dan mahasiswa tumbuh menjadi orang-orang yang hidupnya hanya berorientasi materi. Sulitnya mendapat pekerjaan menjadikan mereka sosok yang egois dan mudah putus asa. Akibat dari bebasnya sistem ekonomi kapitalis, para pemuda setiap harinya dijejali dengan tawaran produk yang silih berganti, dengan harga promo yang sangat menarik hawa nafsu sebagai makhluk yang konsumtif. Sehingga para pemuda tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Alhasil, jiwa pemuda yang tidak dibekali dengan keimanan yang kuat mudah goyang, ketika mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkannya mereka mengambil jalan pintas melalu pinjol ataupun pay later. Prostitusi juga menjadi pilihan mereka yang memiliki gaya hidup tinggi. Tidak sedikit perempuan muda yang masih duduk di bangku SMA dan kuliah yang terjerumus kedalam prostitusi online akibat dari gaya hidup yang berlebihan.

Di sisi lain para pemuda yang tidak mengikuti trend akan dikucilkan, dijauhi, bahkan dibully. Akibatnya mereka tertekan fisik maupun mental, lalu mereka memilih untuk menyakiti dirinya sendiri bahkan bunuh diri. Konteks untuk memajukan Indonesia melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengusung tema kepemudaan hanya omong kosong. Dari pendidikannya saja sudah rusak, bahkan jauh dari cerminan insan yang cerdas dan bertaqwa. Alih-alih menjadi negara yang maju, malah menuju jurang kerusakan.

Oleh karena itu, pemuda butuh adanya perubahan menuju kebangkitan yang hakiki. Islam memperhatikan peran pemuda dan mengarahkan negara untuk membangun pemuda menjadi generasi pembangun peradaban mulia yang berkepribadian islam. Orientasi hidup jauh ke depan, bukan hanya duniawi semata. Sistem pendidikan Islam akan mewujudkan pakar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu menginstal ideologi Islam pada dirinya dengan cara melibatkan dirinya secara aktif dalam pembinaan Islam ideologis. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, ketika memulai halaqah di rumah Arqam bin Al Arqam.

Dalam pembinaan para pemuda, mereka akan menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin peradaban bukan hanya pintar dalam urusan duniawi, namun harus dibimbing sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi, mereka juga akan mengetahui kewajibannya untuk berdakwah ditengah-tengah umat.

Terwujudnya Islam Rahmatan lill aalamiin hanya dengan diterapkannya sistem Islam. Para pemuda adalah agen perubahan menuju kebangkitan dan kemajuan yang hakiki. Sebagaimana dahulu para sahabat mengikuti dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah sehingga 2/3 dunia bersatu dalam naungan sistem Islam.

Kebangkitan Islam akan segera terwujud, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surah Al-Imron Ayat 110 yang artinya : “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia”.

Sudah saatnya kita bersatu, bangkit untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia dalam naungan sistem Islam, menuju kebangkitan yang hakiki dalam penerapan Islam secara kaffah.
Wallahu’alam bisshowwab.

Exit mobile version