Site icon

Saluran Irigasi Ambruk, Warga Talang Babat Tanjung Cermin Kesulitan Air

WhatsApp Image 2021-09-11 at 19.08.18

Kliksumatera.com, PAGARALAM –  Ratusan hektar lahan  persawahan masyarakat di Dusun Sekitar Tanjung Cermin Kecamatan Pagaralam Selatan kota Pagaralam kini mengalami kesulitan air guna mengaliri sawah, kolam ikan, kolam pemancingan, dan lainnya.

Padahal lahan-lahan dan usaha tersebut selama ini menjadi andalan warga. Hal itu akibat adanya siring irigasi yang patah sepanjang sekira 30 meter, hingga tidak lancarnya pasokan air irigasi ke Ataran Tanjung Cermin sampai Talang Babat seperti saat ini.

Informasi yang didapat media ini, Ayik Ataran Tanjung Cermin ini yang mengaliri ratusan hektar persawahan dan kolam ikan warga sampai ke  Talang Babat. Karenanya, warga terpaksa harus melakukan gontong-royong melakukan perbaikan agar kembali mendapatkan air untuk mengaliri persawahan dan kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Kini air menjadi barang langka yang selalu dinanti warga setempat.

Salah seorang Warga Dusun Tanjung Cermin yang mengandalkan usahanya sebagai pembibitan ikan juga kolam pemancingan di Tanjung Cermin bernama Rendi Anugrah mengatakan, sulitnya mendapatkan air akibat saluran irigasi Ataran Tanjung Cermin sampai Talang Babat yang kerap terjadi kerusakan.

”Dimana setiap hujan turun, baik intensitas sedang apalagi tinggi, pasti saluran ini mengalami kerusakan dan ambruk. Untuk mendapatkan aliran air kembali, kami bersama warga melakukan gotong-royong bahkan mengeluarkan kocek untuk  sumbangan dana melakukan perbaikan saluran irigasi tersebut,” ujar Rendi.

Seperti memakai bantalan karung dan berusaha membuat beronjong seadanya yang terbuat dari bambu. ”Akan tetapi itu tidak tahan lama, karena setiap kali hujan pasti ada yang rusak lagi,” jelas Rendi, Minggu (12/9/2021).

Dikatakannya, kerusakan saluran irigasi ini sebenarnya telah terjadi berkali-kali dan sudah lama. Akan tetapi hingga kini belum ada perbaikan dan minta perhatian dari pihak dinas terkait melalui Pemerintah Kota Pagaralam. Mengingat dampaknya hingga kini terus dirasakan warga yang mengandalkan irigasi tersebut.

Akibat kondisi ini pasukan air sangat mengganggu dalam usaha pertanian maupun pengairan untuk berbagai usaha warga. Kondisi saluran air Ataran Tanjung Cermin tersebut sebenarnya telah beberapa kali dilaporkan warga kepada pihak dinas atau melalui musrenbang. Akan tetapi hingga kini belum ada respon dan tindakan nyata dari dinas dan Pemerintah Kota Pagaralam.  “Termasuk saat ini kami akan melaporkannya ke Pak Walikota Pagaralam. Semoga ada perhatian buat masyarakat,” jelasnya.
Warga pun sebenarnya telah memikirkan penanganan yang tepat dan berharap pada dinas terkait, untuk membuat saluran irigasi ini ditembok secara permanen dengan cor beton.

“Solusinya satu yakni untuk ditembok permanen. Panjangnya ada sekitar 30 meter lebih saluran yang perlu diperbaiki, dan untuk mengaliri ratusan hektar persawahan dan usaha kolam ikan warga pengguna air,” tandasnya.

Laporan : 09-Pa
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version