Site icon

Sekularisme Kapitalisme Mengakibatkan Matinya Naluri Ibu

WhatsApp Image 2024-09-07 at 13.58.37

Oleh : Ummu Umar

 

Nasib pilu dialami seorang remaja perempuan di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Dia dicabuli kepala sekolahnya berinisial J (41) yang juga seorang PNS. Mirisnya, pencabulan ini disetujui dan diketahui ibu kandungnya yang juga seorang PNS berinisial E.

 

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, mengatakan kepala sekolah dan ibu korban telah diamankan polisi. Kasus ini pertama kali dilaporkan ke polisi pada 26 Agustus lalu.

“Pelaku yang merupakan Kepala Sekolah Dasar, diamankan anggota Resmob Polres Sumenep pada hari Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, di Rumahnya, Desa Kalianget Timur,” kata Widiarti, Jumat (30/8).

 

Widiarti menuturkan, kasus ini terungkap saat ayah korban mendapat informasi bahwa anaknya diantarkan ibunya ke rumah kepala sekolah. Di sana korban dicabuli kepala sekolah.

Dia menambahkan, ibu korban menyetujui pencabulan itu dengan alasan untuk ritual penyucian diri. Tak dijelaskan ritual apa yang mereka jalani.

“T disuruh melakukan hubungan badan dengan J oleh ibu kandungnya sendiri. Awalnya korban dijemput oleh ibu kandungnya inisial E, selanjutnya korban diantar ke rumah terlapor di Perum BSA Sumenep, dengan alasan akan melaksanakan ritual mensucikan,” ujarnya.

 

Sungguh menyakitkan, apa yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anak kandungnya, yaitu menghantarkan anaknya kepada perbuatan buruk, maksiat dan dosa besar. Ibu yang diharapkan dapat mendidik anak dengan hal hal yang baik, justru sebaliknya.

 

Apa yang dilakukan oleh sang ibu tentu tidak terlepas dari sistem kapitalisme yang merusak cara berpikir dan menghilangkan nalurinya sebagai ibu,  tujuan hidupnya pun hanya meraih materi dan manfaat.

 

Sistem kapitalis sekuler telah mendidik para ibu menjadi ibu-ibu yang tidak takut kepada Allah, ibu yang sekuler, kapitalis, hedonisme bahkan liberal.

 

Pemikiran kapitalis sekuler buatan barat penjajah, telah berhasil meracuni pemikiran manusia, bahkan menghilangkan naluri seorang ibu dari fitrahnya sebagai guru bagi anak anaknya. Lalu bagaimana anak anak dan remaja akan menjadi sholeh sholeha beriman dan bertaqwa?

 

Manusia diciptakan Allah SWT bukanlah dengan sia sia, setiap manusia akan dihisab (dihitung) setiap amal perbuatan yang dilakukannya. Apakah bernilai pahala ataukah dosa dihadapan Allah SWT ?

 

Syariah Islam telah menjelaskan tentang apa saja kewajiban ibu, ayah dan anak. Seorang ibu wajib mendidik anaknya sesuai dengan syariah islam, begitu pula dengan ayah, ayah bukan hanya memberi nafkah untuk anak dan istrinya, ayah juga wajib mendidik istri anaknya sesuai dengan perintah Allah SWT yang akan menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat.

 

Lalu kewajiban yang sangat penting dan menentukan baik buruknya masyarakat adalah negara. Negara wajib memimpin dan mengatur urusan masyarakat sesuai dengan perintah Allah SWT. Negaralah yang menetapkan hukum dan menerapkannya di tengah tengah masyarakat. Negara juga wajib mendakwahkan islam dan menjelaskan hukum hukum syariah islam kepada masyarakat. Pelaksanaan hukum hukum syariah secara sempurna hanya dapat diwujudkan dalam sistem Khilafah. Insya Allah. Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version