Site icon

Serangan Terhadap Al Aqso Adalah Serangan Terhadap Umat Islam se-Dunia

WhatsApp Image 2021-05-20 at 06.18.07

Oleh : Ummu Umar

Aksi represif aparat Israel terhadap jemaah Masjid Al Aqsa dapat kecaman dari belahan dunia. Aksi represif itu menimbulkan lebih dari 100 muslim Palestina alami luka-luka.

Terkait itu, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada Minggu, 9 Mei 2021, KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lain di Tanah Air seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, hingga Muslimat DDII.

Mereka tidak tinggal diam dan ikut mengecam atas kebrutalan aparat Israel yang mengintimidasi muslim Palestina. Israel diminta menghentikan aksi represifnya.

Ketua KPIQP Nurjanah Hulwani menyampaikan kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina sudah menjadi persoalan akidah sekaligus kemanusiaan. Menurut dia, dalam persoalan ini, umat Islam harus berjuang menanamkan kepedulian dengan peran masing-masing.

“Sebab sejatinya persoalan Al Quds bukan sekedar tanggung jawab lembaga kemanusiaan ataupun KPIQP. Kita semua kelak di akhirat akan ditanya tentang apa yang telah kita perbuat untuk persoalan Palestina?” kata Nurjanah, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 10 Mei 2021. VIVA.co.id.

Penyerangan Israel terhadap umat Islam di Palestina bukanlah hal yang baru. Israel telah menduduki dan menjajah Palestina pada tahun 1948 sampai saat ini. Bahkan barat telah merancangnya sejak tahun 1916.

Adapun sikap pemimpin negara negara muslim adalah mengecam dan mengutuk serangan yang dilakukan Israel, padahal zionis Israel menyerang rakyat Palestina dengan senjata yang dapat melumpuhkan bahkan mematikan manusia. Sudah berapa banyak korban berjatuhan akibat serangan tersebut.

Umat Islam di dunia termasuk Indonesia telah melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap penyerangan Israel kepada muslim di Palestina termasuk di Amerika Serikat, di Jerman, tetapi tidak juga menghentikan serangan Israel terhadap Palestina.

Amerika Serikat sebagai pemimpin umat manusia secara global yang menegakkan sistem kapitalisme sekuler demokrasi tidak memberikan sanksi apapun terhadap pendudukan dan penyerangan yang dilakukan oleh Israel di tanah Palestina. Organisasi PBB bentukan Amerika Serikat pun tidak mampu memberikan solusi yang adil terhadap persoalan Palestina. Padahal tindak kekerasan yang dilakukan oleh Israel patutlah disebut sebagai tindakan terorisme atau radikalisme atau intoleran terhadap umat Islam.

Sangatlah berbeda ketika umat manusia secara global dipimpin oleh sistem Islam. Bahwa di masa kekuasaan Daulah Islam yang dipimpin oleh Rasulullah Muhammad SAW, orang orang Yahudi dan kafir quraisy Mekkah pada waktu itu selalu bekerja sama untuk menyerang Daulah Islam.

Mereka juga membuat tipu daya untuk menyerang umat Islam. Tetapi dengan strategi politik luar negeri Islam, Rasulullah SAW mampu menaklukkan Yahudi dan kafir quraisy Mekkah. Mereka takut melihat kekonsistenan Rasulullah SAW menerapkan hukum hukum syariah, umat islam pun memiliki aqidah yang kokoh serta bersikap keras dan tegas terhadap orang orang kafir sebagaimana perintah Allah SWT ;
Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS.al Maidah, 54).

Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa (QS. At Taubah, 123).
Tetapi Rasulullah SAW tidak menyerang perempuan dan anak anak. Tetapi perang antara pasukan kaum muslimin dan pasukan Yahudi dan Kafir Quraisy.

Oleh karena itu umat Islam harus peduli terhadap Palestina karena Rasulullah Muhammad SAW bersabda: ”Perumpamaan orang orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta mencintai dan mengasihi di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.”

Maka dihapuskannya sistem pemerintahan Islam secara global yaitu Khilafah adalah penyebab terjadinya konflik Israel dan Palestina. Termasuk konflik konflik di negeri negeri muslim lainnya. Maka jika dunia benar benar peduli dan ingin mengakhiri persoalan Palestina maka tidak ada solusi kecuali dengan menghadirkan kembali Daulah islam yang akan menyatukan umat Islam secara global dan menjadi mercusuar dunia. ***

Wallahubissawab….

Exit mobile version