Site icon

Sistem Bisnis yang Rapuh, PHK Massal Menimpa Berbagai Startup

WhatsApp Image 2022-11-25 at 16.50.36

Oleh: Hj. Padliyati Siregar ST

Menuju akhir tahun 2022, masih banyak perusahaan yang memangkas jumlah karyawannya. Pemutusan Hubungan Kerjak (PHK) juga terjadi pada sejumlah startup besar.
Berikut rangkuman nama perusahaan besar yang melakukan PHK baru-baru ini :
Shopee dilaporkan kembali melakukan PHK untuk ketiga kalinya. Laporan media dan unggahan para pegawai di media sosial, keputusan itu dilakukan pada Senin (14/11/2022).
PHK gelombang ketiga hanya berselang dua bulan setelah Shopee juga merumahkan ratusan pegawainya September lalu. Induk Shopee, Sea juga dilaporkan telah merumahkan 7.000 orang atau 10% dari total pegawainya di seluruh dunia selama 6 bulan terakhir.

Selain PHK, Shopee diketahui juga menutup dan membatalkan ekspansi di sejumlah negara. Termasuk di antaranya adalah Spanyol, Perancis, dan India.

GoTo
Goto juga memutuskan merumahkan 1.300 orang atau 12% dari total karyawannya. CEO Andre Soelistyo mengatakan keputusan ini tidak mempengaruhi layanan pada konsumen dan komitmen pada mitra pengemudi, merchants dan seller.

Andre menjelaskan keputusan itu dilakukan manajemen karena adanya tantangan makro ekonomi global. Di mana masalah tersebut juga berdampak signifikan untuk pelaku usaha di seluruh dunia.

Hal itu membuat perusahaan mengakselerasi upaya menjadikan bisnis secara finansial mampu mandiri dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang. Caranya dengan berfokus pada layanan inti, yakni on-demand, e-commerce serta financial technology.
Ruang Guru
Ruang Guru juga menempuh keputusan serupa dengan melepas ratusan pegawainya. Pengumuman PHK dilakukan pada Jumat (18/11/2022). Perusahaan beralasan PHK dilakukan akibat kondisi pasar global.
PHK massal tersebut sudah terdengar sejak Jumat pagi. Sejumlah sumber CNBC Indonesia mengatakan karyawan menerima email pemberitahuan tentang PHK.

Awal mula maraknya startup dan unicorn Indonesia mendapat suntikan dana dari investor asing, merupakan hal yang dibanggakan pemerintah RI saat itu. Bahkan Pemerintah menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital pada pertengahan 2016, yang dipelopori oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama KIBAR. Kala itu, Rudiantara, MenKominfo, menyebut bahwa gerakan tersebut, jika sukses, akan membuat Indonesia bisa menjadi world’s biggest digital power.

Bagi pemerintah, dengan memanfaatkan 107,2 juta pengguna internet di tahun 2019, startup diharap bisa menarik perhatian investor global untuk menanamkan dananya. Sehingga hal itu dapat memiliki dampak positif bagi masuknya investasi dan modal asing ke Indonesia. Terjadi capital inflow ke dalam negeri.

Dengan keyakinan bahwa startup bisa membawa kemajuan ekonomi, pemerintah melalui Menteri Keuangan menyiapkan strategi khusus. Berdasarkan arahan presiden, Sri Mulyani mengatakan, Kemenkeu diberi tugas untuk memberikan dukungan kepada pengembangan unicorn yang dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Yaitu, pengembangan SDM, Research & Development dan infrastruktur perkembangan unicorn.

Pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan berbagai program untuk menunjang ekonomi digital, seperti pembangunan jaringan Palapa Ring. Sejumlah faktor pendukung lainnya meliputi keterbukaan relatif pemerintah Indonesia terhadap investasi asing, peluncuran perpres mengenai roadmap e Commerce pada 2017, serta hadirnya inkubator buatan instansi negara seperti IDX Incubator dari Bursa Efek Indonesia.

Fenomena Bubble Burst

Menurut Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini, PHK massal di banyak startup ini disebut bubble burst.

Melansir Investopedia (29/5/2022), fenomena ekonomi bubble burst adalah ledakan gelembung ekonomi, yaitu terjadi pertumbuhan ekonomi (eskalasi atau kenaikan nilai pasar yang cepat) yang terlalu tinggi, tetapi juga diiringi dengan kejatuhan yang relatif cepat.

Inflasi yang cepat dalam harga aset ini diikuti penurunan nilai yang cepat atau kontraksi. Fenomena inilah yang terjadi di startup-startup tersebut.
Lonjakan harga aset didorong oleh perilaku pasar yang tinggi dan terkena euforia. Aset diperdagangkan dengan kisaran harga yang jauh lebih tinggi dari nilai intrinsik aset.

Gelembung ekonomi juga disebabkan perubahan perilaku investor yang bisa terjadi kapan saja. Banyak perusahaan yang mendapatkan dana dari investor, tetapi kondisi ekonomi yang memburuk membuat perusahaan bangkrut.

Hal ini biasa terjadi di pasar saham atau sektor ekonomi nonriil yang terjadi dalam sistem ekonomi kapitalisme.
Startup dengan bisnis yang berbasis internet mengeluarkan produk berupa aplikasi yang berbentuk digital dan jasanya beroperasi melalui website.

Untuk tumbuh dan berkembang, startup butuh dana dari investor. Muncullah perusahaan-perusahaan modal ventura (VC) yang dibentuk untuk memberikan investasi kepada perusahaan-perusahaan startup.
Sebagai imbal baliknya, VC mendapatkan saham dari perusahaan startup tersebut.

Indonesia adalah target pasar yang besar bagi para investor bisnis. Startup adalah jalan termudah dan termurah untuk mengembangkan bisnis. Hal ini yang menjadi magnet bagi para investor (baik investor lokal maupun asing) untuk menanamkan modal investasinya di perusahaan-perusahaan startup di Indonesia.

Saat valuasi perusahaan makin tinggi, perusahaan bisa dijual dengan harga yang sangat tinggi atau melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana ke publik dengan harga saham per lembar yang tinggi.

Saat itulah perusahaan dan investor mendapat keuntungan. Permainan bisnis startup inilah yang nantinya bisa mengguncang ekonomi karena fokus investasinya pada sektor ekonomi nonriil sehingga rentan terjadi penggelembungan ekonomi, bahkan bisa pecah.

Jika terjadi guncangan di bidang ekonomi atau politik, misalnya, harga saham bisa turun drastis seketika akibat kepercayaan (trust) publik yang anjlok. Kelabilan kondisi ini yang menjadi penyebab utama mudahnya perusahaan startup melakukan PHK massal.

Solusi Islam Mencegah Bubble Burst

Sistem ekonomi Islam berfokus pada pembangunan ekonomi sektor riil dan tidak mengenal sektor ekonomi nonriil. Dengan kata lain, ekonomi nonriil bertentangan dengan sistem Islam. Hukum jual beli saham di lantai bursa saham juga haram karena di dalamnya terdapat riba dan akad syirkah yang batil.

Startup dijadikan sebagai jalan bagi para kapitalis pemodal besar untuk menguasai data (big data) dan pasar kaum muslim. Hal ini sebenarnya sangat berbahaya karena ekonomi kaum muslim menjadi dikuasai asing.

Allah Swt. berfirman, “Dan sekali-kali Allah tidak memberi jalan bagi orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.” (QS An-Nisa: 141)

وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا

Islam tidak bergantung kepada investasi asing karena hal itu bisa menjadikan ketergantungan terhadap negara lain. Jika negara tidak mengutamakan sektor riil, industri tidak menjadi prioritas dan produksi negara menjadi tidak ada. Sama saja dengan bergantung pada produk negara lain.

Dampaknya, kita akan terus-menerus bergantung impor. Dengan demikian, sistem ekonomi Islam mencegah terjadinya bubble burst.

Negara Islam kafah mengembangkan tiga sektor industri, yaitu industri berat, industri strategi berbasis militer, dan di bidang ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Untuk menjalankan tiga industri ini, negara harus menjadi negara berdaulat berlandaskan ideologi Islam dalam bentuk negara Khilafah Islamiah.
Negara akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang mencakup tentang perolehan harta kekayaan dan pemanfaatannya, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun distribusi.

Asas sistem ekonomi Islam berdiri di atas tiga pilar, pertama, cara harta diperoleh (menyangkut kepemilikan); kedua, terkait pengelolaan kepemilikan; dan ketiga, terkait distribusi kekayaan di tengah masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi.

Sistem ekonomi Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok per individu rakyat, bukan per kapita sehingga negara betul-betul me-riayah (mengurusi) rakyatnya dengan sungguh-sungguh, tidak sekadar mencari untung untuk kepentingan segelintir orang atau swasta.

Sungguh, sistem ekonomi kapitalisme bertentangan dengan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi kapitalisme hanya mengutamakan keuntungan, bukan kesejahteraan rakyat.

Permasalahan mendasar dan turunan dari sistem ekonomi kapitalisme sangat kompleks, mulai dari kesenjangan ekonomi, bubble burst, bahkan bisa berimbas pada naiknya angka kriminalitas dan permasalahan sosial lainnya. Oleh karenanya, sudah saatnya kita beralih pada sistem ekonomi Islam secara kafah. Wallahualam

Exit mobile version