Site icon

Syarat Kemenangan Bersatu Hadapi “Common Enemy “

WhatsApp Image 2025-02-13 at 08.47.32

Oleh : Deswayenti  ST (Penggiat Literasi/Owner Rumah Peradaban SNC)

Seorang anak Gaza dengan botol minuman bekas air mineral di tangannya terduduk lunglai, umurnya mungkin belum genap 4 tahun tapi tubuhnya nampak sudah kuat menahan teriknya panas matahari tanpa pakaian yang melindunginya.

Omar bercerita tentang cita-citanya menjadi dokter, “Aku ingin jadi dokter, biar bisa mengobati Ibu.” tuturnya polos saat ditanya apa cita-citanya. Tubuh kecilnya memangku Ibunya yang terus mengerang kesakitan akibat peluru nyasar dari tentara Israel. Duh, hati siapa yang tidak terenyuh mendengarnya. Anak sekecil Omar harus melawan kejamnya dunia tetapi tetap bermimpi menjadi dokter demi ‘Sang ibu’ yang tinggal menunggu nafas terakhirnya.

Sungguh, penjajahan Zionis telah menghancurkan masa depan anak-anak Gaza. Perang telah memutus kesempatan anak-anak Gaza mengeyam pendidikan sebagai modal untuk membangun peradaban. Lebih dari 600.000 anak-anak Gaza telah mengalami trauma mendalam dan kehilangan kesempatan belajar, banyak sekolah yang telah hancur atau rusak sehingga anak-anak tidak memiliki tempat untuk belajar. Di lansir AFP, minggu (12/1/2025) juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza,  Mahmud Bassal mengkonfirmasi 8 orang termasuk anak-anak dan 2 wanita tewas akibat penembakan Israel di sekolah Halwa di kota Jabalia, Gaza Utara. Dan dalam pernyataan, militer Israel mengakui pihaknya melakukan serangan terhadap fasilitas tersebut, (Minggu, 12 Januari 2025,www.detiknews.com).

Anak-anak dan remaja di Gaza telah kehilangan 2 tahun lebih akademik berarti 14 bulan lebih mereka kehilangan waktu sekolah. Ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap masa depan mereka. Kenyatannya, masa depan anak-anak Palestina hanya akan terselamatkan jika bisa mengusir Zionis dari negeri yang di berkahi itu.

Sudah saatnya seluruh  umat Islam bersatu menghadapi musuh bersama. Rasulullah saw bersabda: “Umat Islam adalah seperti satu tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.” (HR. Abu Dawud).

Jika hari ini sedikit di buat ‘lega’ dengan gencatan senjata tetapi kemungkinan konspirasi besar sedang di siapkan oleh pihak Zionis dan sekutunya agar umat muslim di dunia lalai akan pentingnya kemerdekaan yang hakiki untuk Palestina. Tidak menutup kemungkinan para musuh Islam sedang merancang skenario yang akan memperlemah perjuangan umat muslim untuk saudaranya melalui perbedaan paham dan fikriyah.

Maka itu perlunya seluruh umat muslim menciptakan “common enemy”, sebagai contoh jika tidak menganggap Zionis sebagai musuh dan malah berteman baik sedangkan yang lain memusuhi Zionis maka bagaimana bisa bersatu, untuk menciptakan musuh bersama, seluruh muslim harus satu sikap satu visi tentang hak dan batil.

Bukankah sejarah telah mencatat sejak dulu para musuh Islam juga bersatu memusuhi Islam, bersatu untuk menghancurkan Islam. Beberapa kali perang dari zamannya Rasulullah saw. Secara konkret membuktikan bersatunya segala ideologi kafir melawan Islam. Saat perang Ahzab, orang Yahudi bersekongkol dengan kaum musyrik Quraisy serta beberapa kabilah di sekitar Madinah untuk mengepung umat Islam.

Bersatunya mereka menjadi fakta bahwa mereka boleh jadi berselisih dalam berbagai hal tapi akan sepakat untuk memusuhi Islam. Fakta ini harusnya menjadi pembelajaran bagi seluruh umat muslim di dunia di zaman ini, bahwa syarat dari kemenangan adalah bergerak, bersatu, meluruskan niat untuk meruntuhkan kezaliman.

Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada seorang pun yang melihat kezaliman, lalu dia tidak mengubahnya, maka Allah akan akan menghukumnya dengan hukuman yang setimpal.” (HR. Muslim).

Bergetar kah hati kita? Kengerian apa yang akan terjadi jika Allah memberikan kita hukuman karena mengabaikan saudara kita di Palestina? Bukankah kita semua tahu, kezaliman yang terjadi di Palestina adalah nyata, kezaliman atas hak anak-anak Palestina untuk mendapatkan pendidikan adalah nyata.

Dan untuk bangkitnya peradaban Islam di Palestina maka pendidikan sangat penting karena pemberdayaan umat bermuara pada tercapainya cita-cita para pewaris bumi yang akan membawa amanah untuk tegaknya penerapan Islam secara kaffah.

Wallahu’alam Bishawab.

Exit mobile version