Site icon

Telan Dana Rpb20 Miliar, Perbaikan Akses Jalan Karang Endah – Tunggul Bute Segera Direalisasikan

IMG-20260224-WA0074

Kliksumatera.com Lahat — Rencana peningkatan dan perbaikan akses jalan dari Desa Karang Endah, Batu Surau hingga Desa Tunggul Bute kembali dibahas dalam rapat lanjutan antara Pemerintah Kabupaten Lahat dan pihak perusahaan.

Perwakilan PT SERD Site Support, Hazairadi, menyampaikan bahwa progres pembangunan jalan tersebut menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Lahat.

Pada keterangan Pers , Hazairadi menjelaskan bahwa MoU akan segera dipelajari oleh kedua belah pihak karena menyangkut tanggung jawab bersama. Targetnya, dokumen tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani paling lambat pada awal minggu pertama bulan Maret.

“Setelah MoU ditandatangani, kita akan langsung melakukan perbaikan dan peningkatan jalan. Insya Allah pelaksanaan fisiknya dimulai setelah Lebaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Hal ini mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk peningkatan akses jalan tersebut, yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 miliar.

“Biaya pembangunan cukup besar, bisa lebih dari Rp20 miliar. Karena itu, kami mengusulkan pengerjaan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, kendala lain yang dihadapi adalah masalah pembebasan dan penyesuaian lahan. Terdapat sekitar 1.700 meter atau 1,7 kilometer ruas jalan yang belum memenuhi standar lebar jalan kabupaten, yakni 6,5 meter.

Pihak perusahaan masih menunggu solusi dari pemerintah daerah agar penyelesaian persoalan lahan tersebut tidak merugikan masyarakat, sekaligus tetap memberikan manfaat bagi warga dan pemerintah daerah. Diketahui, jalan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Lahat.

Dengan adanya komitmen bersama melalui MoU, diharapkan peningkatan akses jalan Karang Endah – Tunggul Bute dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Laporan wartawan Novita.

Exit mobile version