Site icon

Ternyata, Brigadir Yosua Masuk ke Kamar Istri Kadiv Propam Saat Ferdy Sambo Tes PCR

WhatsApp Image 2022-07-11 at 05.40.04

Kliksumatera.com, JAKARTA- Polri terus mendalami kasus polisi tembak polisi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sejumlah fakta baru terungkap setelah pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan.

Salah satunya, perbuatan Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat yang melecehkan istri Ferdy Sambo. Yosua masuk ke kamar istri Ferdy Sambo dan menodongkan pistol. “Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (11/7).

Saat itu, Bharada E mendengar teriakan istri Ferdy Sambo. Yosua yang panik lalu menembak Bharada E. E langsung membalas dengan tembakan yang mengenai dan menewaskan Yosua.

Saat kejadian, Ferdy Sambo sedang tidak ada di rumah. Dia tengah menjalani tes PCR. “Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test,” tambah Ramadhan.

Brigadir J Melecehkan dan Todong Senjata ke Istri Kadiv Propam

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan membeberkan peristiwa penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri. Ramadhan menyebut Polri telah melakukan olah TKP, memeriksa beberapa saksi di tempat kejadian perkara, di antaranya istri Kadiv Propam Dan Bharada E. “Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri KadivPropam dengan todongan senjata,” ungkap Ramadhan kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Brigadir J adalah Anggota Bareskrim yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam, sedangkan Bharada E adalah Anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam.

Istri Kadiv Propam, lanjut Ramadhan berteriak minta tolong dan didengar oleh Bharada E yang berada di lantai atas rumah. “Teriakannya terdengar oleh Bharada E yang berada di Lantai atas sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan,” sambung Ramadhan.

Brigadir J panik karena Bharada E bertanya kepada Brigadir J yang sudah berdiri di depan kamar. “Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigjen J dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E,” ungkap Ramadhan.

Berdasarkan hasil olah TKP, Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak 7 kali. “Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak 7 kali, Bharada E membalas mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali,” jelas Ramadhan.

Masih kata Ramadhan, Kadiv Propam tak berada di lokasi saat peristiwa ini terjadi. Saat kejadian, Irjen Ferdy Sambo sedang melakukan tes PCR Covid-19. “Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test,” ungkap Ramadhan.

Dia menambahkan, Irjen Ferdy mengetahui adanya peristiwa itu setelah ditelepon oleh istrinya yang histeris. Irjen Ferdy langsung bertolak menuju kediamannya. “Kadiv Propam pulang ke rumah karena dihubungi istrinya yang histeris. Kadiv Propam sampai di rumah dan mendapatkan Brigadir J sudah meninggal dunia,” tutur Ramadhan.

Atas kejadian tersebut, Irjen Ferdy Sambo langsung menghubungi Kapolres Jakarta Selatan. Hingga akhirnya dilakukan oleh TKP oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. “Sehingga Kadiv Propam langsung menghubungi Kapolres dan selanjutnya dilaksanakan olah TKP,” pungkas Ramadhan.

Sumber : Babe
Editing : Imam Ghazali

Exit mobile version