Site icon

Terucap Sanksi Bagi Siswa yang Tak Bayar Pungutan SMPN 2 Rupit, Surat Keterangan Kelulusan Ditahan

WhatsApp Image 2025-06-22 at 19.33.51

Kliksumatera.com, MURATARA- Diduga Kepala SMPN 2 Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yerucap kata-kata dengan nada kurang pantas terkait pungutan uang Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) per siswa siswi sebanyak 93 siswa siswi yang katanya untuk cendera mata.

Hal itu dikatakan narasumber yang terpercaya dan tak mau disebut namanya. Ia mengatakan bahwa tindakan Kepala SMPN 2 Rupit sangat tidak enak didengar, karena seolah-olah ada ancaman bagi siswa yang tak bayar uang pungutan, Sabtu (21/60/2025).

 

“Saya menyaksikan dan mendengar bahwa Kepala SMPN 2 Rupit Muratara memberi limit waktu kepada 93 siswa siswi yang dipungut Rp 100 ribu rupiah per orang itu sangat memberi beban bagi wali murid. Kepala SMPN 2 Rupit Ulpa Yanti SPd MPd mengatakan apabila ada yang tidak membayar sampai limit waktu yang ditentukan maka terpaksa Surat Keterangan Kelulusan tidak dikasih (ditahan oleh kepala sekolah), padahal siswa-siswi ini mau tes,” kata narasumber.

Kemudian di tempat lain Komite SMPN 2 Rupit Muratara, Solihin mengatakan sangat geram dengan hal ini, karena dirinya merasa dijebak. Padahal dia sendiri hanya menjalankan  tugasnya sebagai perpanjangan tangan dari Kepala SMPN 2 Rupit tersebut. “Selama saya menjabat sebagai komite sekolah SMPN 2 Rupit Muratara ini, saya tidak tahu berapa besarnya anggaran untuk pemeliharaan sekolah. Kalau saya tahu uang pemeliharaan itu banyak, untuk apalagi Kepala Sekolah SMPN 2 Rupit itu mau minta lagi pungutan dengan siswa. Saya akan menemui Kepala SMPN 2 Rupit ini, saya akan katakan apabila saya terlibat dalam masalah ini  maka saya akan bongkar semua apa yang selama ini Kepala SMPN 2 Rupit pernah lakukan,” tegasnya.

Kemudian salah satu dari organisasi Garda Prabowo ingin melanjutkan masalah ini hingga tingkat Kemendikbud Rebuplik Indonesia. ‘’Kami takkan tinggal diam karena kami tahu persis bahwa uang pemeliharaan sekolah SMPN 2 Rupit Muratara itu lumayan besar,   anehnya kok kepala sekolah dan komite masih saja melakukan pemungutan sampai ratusan ribu rupiah per siswa siswi,’’ ujar salah satu anggota organisasi Garda Prabowo.

Laporan : Jun

Posting  : Imam Gazali

Exit mobile version