Site icon

Tidak Hanya Retorika Palestina Butuh Bukti Nyata

WhatsApp Image 2025-04-28 at 08.44.36

Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)

Akibat adanya blokade darat yang telah menyebabkan warga Gaza dilanda krisis pangan. Sehingga jutaan  penduduk Gaza yang tersisa kehilangan pendapatan, mereka pun mengalami kelaparan parah.

Walaupun program pangan dunia perserikatan bangsa-bangsa (WFP), telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di jalur Gaza, dengan menyatakan bahwa setidaknya dua juta orang yang sebagian besar mengungsi saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apapun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan, untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka.

Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis selama beberapa jam terakhir, WFP membunyikan alarm atas meningkatnya bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza.

Mengutip dari the peninsula, (Minggu 20/4/2025),WFP menyatakan keprihatinan mendalam atas penurunan tajam stok pangan, dengan memperingatkan bahwa jalur Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan.

WFP menekankan bahwa situasi kritis ini, diperparah oleh penutupan perbatasan yang sedang berlangsung oleh zion*s Yahudi, yang mencegah pengiriman pasokan pangan penting ke jalur Gaza.

Padahal warga Gaza sangat membutuhkan aliran tangan yang tidak terputus dan terus-menerus untuk menghindari keruntuhan total ketahanan pangan, MetroTV, (20/4/2025).

Pascagencatan senjata, situasi Gaza memang jauh lebih mencekam. Zion*s Yahudi semakin masif dan brutal, Mereka pun tidak segan-segan menyerang pengungsian dan membakar hidup-hidup para korban. Hingga langit Gaza pun riuh dengan tangis dan jeritan yang sangat memilukan.

Terkait situasi ini program pangan dunia perserikatan bangsa-bangsa (WFP), telah memberikan peringatan keras mengenai memburuknya krisis kemanusiaan di jalur Gaza.

Namun mirisnya, para penguasa Arab beserta pemimpin Muslim lainnya, masih saja sibuk beretorika dan mencari dalih untuk menutupi ketakberdayaan mereka, dan hanya tetap mencukupkan diri dengan kecaman tanpa aksi nyata.

Begitupun ketika perwakilan parlemen dan para ulama dunia berkumpul dan berdiskusi dalam acara bertema”The Group of parliaments in Support of Palestine”di Istanbul Turki, (18/4/2025).

Bahwa, masalah Gaza Palestina hanya dibahas sebatas perbincangan.

Sebelumnya seruan jihad dan tuntutan pengiriman tentara yang disampaikan para ulama dunia yang tergabung dalam international union of Muslim Scholars (IUMS), pun akhirnya berlalu begitu saja. Para penguasa muslim di dunia sama sekali tidak menggubrisnya.

Bahkan Mereka tampak benar-benar berhitung atas konsekuensi yang akan diterima jika mereka membantu Gaza. Tampak betapa besar ketakutan mereka kepada Amerika, dan betapa besar pula cinta mereka kepada kursi kekuasaan yang tegak di atas dukungan dan legitimasi negara adidaya, khususnya Amerika. Itulah mengapa, mereka selalu berjalan bersisian dengan kebijakan Amerika.

Sementara penguasa Arab dan negeri negeri Muslim lainnya satu demi satu menuruti titah Amerika, untuk menormalisasi hubungan dengannya. Padahal penjajahan dan pembantaian itu telah nyata terjadi di depan mata mereka. Sampai-sampai warga Gaza pun putus asa meminta tolong pada mereka.

Umat semestinya sadar, bahwa sejatinya urusan Gaza Palestina, ada pada tangan-tangan mereka karena sejatinya merekalah pemilik hati kekuasaan. Di tangan merekalah hak untuk memilih penguasa yang siap menjalankan syariat Islam, termasuk yang siap mengurus dan menjaga rakyatnya dari segala bentuk kezaliman dan upaya penjajahan.

Namun, dampaknya sangat fatal dengan penerapan sistem sekuler demokrasi di negara-negara Islam. Dengan sistem ini, umat dibiarkan merasa menjadi pemilik kekuasaan, padahal sejatinya mereka hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang haus kekuasaan.

Sejatinya umat harus berupaya mewujudkan kepemimpinan yang benar-benar berlandaskan Islam. yakni, seorang (Khalifah) yang berfungsi sebagai raa’in (pengatur) dan  junnah (penjaga) bagi umat dengan menerapkan hukum-hukum syara’. Khalifah juga tidak akan tunduk pada kekufuran, karena Islam jelas-jelas mengharamkan.

Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya imam (Khalifah) adalah perisai, orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya.”(HR-Muslim).

Bahwa Khalifah akan memobilisir seluruh kekuatan, termasuk memimpin jihad, mengerahkan tentara dan senjata, demi membela umat dan menghilangkan segala bentuk kezaliman, termasuk membela muslim Gaza dan Palestina. Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version