Site icon

TMMD REGULER KE-130 KODIM 0736/BATANG MENYASAR KE INFRASTRUKTUR JALAN MENUJU (KEK) INDUSTROPOLIS

WhatsApp Image 2026-10-13 at 12.34.56 (1)

Batang – Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.

Beberapa program TMMD sasaran fisik yakni pembangunan rabat beton sepanjang 987 meter, lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter. Dan sasaran nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan KB, SIM keliling serta berbagai layanan publik lainnya yang dapat dirasakan masyarakat langsung.
Serta ada pula sasaran tambahan yakni perbaikan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan penanaman 5 ribu batang pohon keras, TNI Manunggal Air di 5 titik,  perbaikan MCK di 5 titik. Kegiatan TMMD dibuka langsung oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan yang menekankan agar pembangunan akses jalan baru tersebut nantinya memudahkan warga Sembung yang berprofesi sebagai karyawan di KEK Industropolis.

“Ini upaya untuk menjadikan akses baru bagi warga Sembung yang bekerja di KITB, sehingga akan lebih efisien waktu tempuhnya. Tentu perbaikan infrastruktur ini juga berdampak pada kemudahan mobilitas warga baik menuju Sembung maupun sebaliknya,” tegasnya, saat ditemui di Lapangan Desa Sembung, Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa 13 Oktober 2026.
Program TMMD terlaksana di seluruh Kodim di wilayah Korem 071/Wijayakusuma, yang didukung sepenuhnya oleh Pemda setempat bersama pihak legislatif.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan baik ini, sehingga program dari TNI AD terlaksana di 9 Kodim yang berada di naungan Korem Wijayakusuma.
“Khusus di Batang melaksanakan TMMD Reguler, sedangkan lainnya TMMD Sengkuyung. Yang semuanya memiliki visi misi yang sama bergotong-royong dalam upaya membangun negeri dari lingkup desa,” ujarnya.

Ada pula sasaran nonfisik yang kemanfaatannya langsung dirasakan masyarakat setempat. “Kami juga akan menanam 5 ribu batang pohon keras, supaya ketika musim hujan tiba, bisa menjadi daerah resapan air nantinya,” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Sembung, Muhammad Untung bersyukur desanya terpilih menjadi prioritas program TMMD Reguler ke-130, yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan penghubung baru menuju KITB. Dengan dibangunnya jalan penghubung baru tersebut, tentu memangkas waktu lebih banyak jika dibandingkan melalui wilayah barat.
“Kalau lewat sebelah barat biasanya sampai satu jam, tapi dengan melewati jalan penghubung Desa Sembung bisa jadi jalur alternatif karena cukup 10 menit sampai ke Desa Ketanggan atau KITB. Selain itu, buat petani pun jadi lebih cepat dan mudah waktu mengangkut hasil panen, karena nanti jalannya sudah mulus,” bebernya.(*)

Exit mobile version